Rabu, 26 November 2014

News / Megapolitan

Ini Cerita Jokowi yang Sakit karena Kelelahan

Minggu, 24 Februari 2013 | 17:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Ada yang berbeda dengan aktivitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di akhir pekan ini. Tak seperti biasanya, Jokowi yang biasa mengisi harinya dengan blusukan, kali ini ia menghabiskan akhir pekannya dengan beristrirahat. Tampaknya, Jokowi benar-benar kelelahan bekerja sebagai Gubernur DKI tanpa ada hari libur.

Bahkan, sejatinya pada Sabtu (23/2/2013) dan Minggu (24/2/2013) ini ia didapuk menjadi juru kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi, namun rencana itu batal dilaksanakan. Ia lebih memilih beristirahat di rumah dinas gubernur, Taman Suropati 7, Jakarta Pusat.

Saat ditemui di rumah dinasnya, Jokowi mengaku sudah merasakan gejala demam sejak Kamis (21/2/2013) lalu.

"Saya merasakan sudah dari hari Kamis enggak enaknya. Empat bulan enggak pernah ada hari Minggu-nya," ujar Jokowi.

Merasakan kondisi tubuh yang tidak fit itu kemudian Jokowi memanggil dokter pribadi Gubernur DKI untuk memeriksakan kondisinya di rumah dinas Jokowi. Dokter pun menyarankan agar mantan Wali Kota Surakarta itu beristirahat dua hingga tiga hari. Kondisi cuaca Ibu Kota yang tak menentu dan pola makan Jokowi yang juga tak teratur, menjadi penyebab Jokowi "tumbang".

"Kemarin kehujanan, kena air hujan, telat makan. Semuanya menumpuk semua di sini, hehehe," kata Jokowi seraya menunjuk kepalanya.

Jokowi meyakinkan kalau penyakitnya saat ini hanya kecapekan. Tak ada yang perlu untuk dikhawatirkan. Dokter pribadinya pun hanya memberinya vitamin sebagai daya tahan tubuh agar dapat memulihkan stamina alumnus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tersebut.

Saat ia ditanya apakah akan bertugas pada Senin (25/2/2013) besok, Jokowi menjawab melihat kondisi badannya terlebih dulu. Namun ia memprediksi Senin besok, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 yang masih tertahan di DPRD DKI, akan diserahkan ke eksekutif.

"Ya, enggak tahu. Lihat keadaannya nanti. Mungkin juga besok APBD sudah cair. Tapi, ini baru mungkin lho," kata Jokowi.

Kegiatan Jokowi mulai Kamis (21/2/2013) lalu adalah dengan blusukan ke Pondok Labu, Jakarta Selatan. Di sana, ia meninjau waduk di Kampung Bangau karena adanya keluhan masyarakat bahwa waduk itu tak beroperasi optimal sehingga kerap menyebabkan banjir ke permukiman sekitar.

Jokowi juga berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah untuk meminta bantu menyosialisasikan program normalisasi sungai ke masyarakat Jakarta dan meminta bantuan terkait sosialisasi penataan pedagang kaki lima (PKL).

Pada hari Jumat (22/2/2013), mulai dari pagi, Jokowi sudah beraktivitas menemui siswa SMA 24 Senayan dalam rangka memperingati hari Kanker Sedunia. Sorenya di hari yang sama, ia melakukan bakti sosial bagi warga Pengadegan, Jakarta Selatan. Keadaan di Pengadegan saat dalam keadaan hujan.


Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Farid Assifa