Jumat, 25 Juli 2014

News /

Ganjil-Genap Diundur Juni

Selasa, 26 Februari 2013 | 02:56 WIB

jakarta, kompas - Pembatasan penggunaan kendaraan bernomor ganjil dan nomor genap yang semula akan diberlakukan Maret, diundur menjadi Juni 2013. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa masih memerlukan waktu untuk mempersiapkan angkutan umum guna melayani perjalanan warga.

”Perkiraan saya, kita sudah siap pada bulan Juni. Yang penting semua kalkulasi matang. Hitung secara detail. Begitu kebijakan dikeluarkan, masyarakat sudah mengerti mau lewat mana, menggunakan transportasi apa,” kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Senin (25/2), di Balaikota, Jakarta.

Jokowi mengatakan, pelaksanaannya tidak bisa dilakukan Maret karena beberapa proses harus dilalui, yaitu pengadaan stiker, penyediaan alat pemantau, dan persiapan personel untuk pengawasan. Dia juga masih menghitung berapa bus yang diperlukan untuk mendukung rencana pembatasan tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Udar Pristono, pengadaan stiker penanda pelat nomor ganjil-genap juga belum siap. ”Waktu pembuatannya yang kami perkirakan bisa mulai Januari, ternyata meleset. APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) baru disetujui Februari, jadi stiker baru selesai Mei,” katanya.

Dishub juga memerlukan waktu untuk menempel stiker pada setiap mobil dan sosialisasi selama satu bulan. Untuk tahap pertama, stiker akan dipasang pada kaca mobil bagian depan atas.

Stiker merah ditempel untuk nomor genap dan warna hijau untuk nomor ganjil untuk kendaraan di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Stiker dibagikan di kantor samsat atau di kantong- kantong parkir. Stiker dibuat untuk 2,5 juta mobil dengan anggaran Rp 12,5 miliar.

Hari libur tidak berlaku

Pembatasan ini akan diberlakukan pukul 06.00-20.00 pada Senin-Jumat. Pembatasan tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Pembatasan tahap pertama diberlakukan untuk mobil, menyusul kemudian untuk sepeda motor. Angkutan umum dan angkutan barang tidak dikenai aturan ini. Kendaraan dari luar kota diimbau untuk mengikuti aturan pembatasan ini.

Rencana semula, pembatasan penggunaan kendaraan dilakukan di jalur three in one, tetapi lalu diputuskan untuk diperluas.

”Selain di jalur three in one, yaitu Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Gatot Subroto, sistem ganjil-genap ini juga akan diberlakukan di Jalan Rasuna Said,” ujar Pristono.

Jalur itu dipilih karena angkutan umum di wilayah tersebut paling kuat. Bus transjakarta yang bersinggungan dengan jalur pembatasan, yaitu di Koridor I tersedia 66 bus gandeng, Koridor IX 54 tersedia bus gandeng, dan Koridor VI tersedia 30 bus gandeng.

”Masih ditambah dengan kopaja AC yang kini masuk ke jalur bus transjakarta,” katanya.

Pengawasan baru bisa dilakukan secara manual, selain bekerja sama dengan Traffic Management Center Polda Metro Jaya. Pihak Dishub dan Polda Metro tengah membahas soal penegakan hukum aturan pembatasan penggunaan kendaraan.

Secara terpisah, Kepala Unit Pengelola Transjakarta Busway M Akbar mengatakan sudah ada penambahan 102 bus gandeng untuk dioperasikan tahun ini.

”Dengan penambahan bus ini, daya angkut penumpang bisa bertambah,” kata Akbar.

Dia menambahkan, sterilisasi jalur juga terus dilakukan untuk mengurangi waktu tempuh. Dengan begitu, kapasitas angkut bisa meningkat. Selain itu, halte- halte bus di Koridor I juga diperpanjang untuk menampung bus gandeng. Halte di tempat lain juga diprogramkan pihak dishub untuk diperpanjang.

Koordinator Suara Transjakarta David Tjahjana berpendapat, perbaikan pelayanan bus transjakarta amat dibutuhkan.

”Yang menjadi persoalan di transjakarta adalah sistem. Oleh karena itu, perbaikan bukan sekadar menambah bus Koridor I, tetapi seluruh koridor. Koridor yang bersentuhan dengan kantong permukiman juga harus ditingkatkan,” kata David.

Selain penambahan armada, dibutuhkan juga ketersediaan bahan bakar gas, sterilisasi jalur, dan perbaikan armada. Sepanjang hari Senin, David mendapatkan laporan sedikitnya delapan armada bus transjakarta yang mogok saat beroperasi.

David berharap pemerintah juga serius memperbaiki trotoar dan menata jalur angkutan umum dalam kurun empat bulan agar pengguna kendaraan pribadi tertarik menggunakan angkutan massal.

Secara terpisah, Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I Purbawa mengatakan, penataan stasiun juga terus dilakukan. Selain untuk menambah luas peron penumpang, disediakan juga lahan parkir untuk penumpang kereta. Hari Senin, pembersihan kios dilakukan di Stasiun Palmerah. (ART/FRO)


Editor :