Verifikasi Penerima Kartu Jakarta Pintar Sulit Dilakukan - Kompas.com

Verifikasi Penerima Kartu Jakarta Pintar Sulit Dilakukan

Alfiyyatur Rohmah
Kompas.com - 26/02/2013, 23:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto membenarkan bahwa sekolah sulit memverifikasi data siswa yang berhak menerima Kartu Jakarta Pintar atau KJP. Hal tersebut terjadi karena kondisi ekonomi warga Jakarta terus bergerak, sedangkan data dari Badan Pusat Statistik merupakan hasil perhitungan tahun 2011.

"Jarak waktu 2 tahun itu bisa memberikan perubahan pertumbuhan ekonomi warga, makanya perlu diperbarui untuk menerapkan program KJP," kata Taufik saat dihubungi wartawan pada Senin (25/2/2013).

Ia menambahkan, dari 332.465 siswa yang berhak mendapat KJP di DKI Jakarta, baru sekitar 65.000 orang yang telah diverifikasi atau sekitar 19,55 persen. Untuk saat ini, sekolah akan melakukan verifikasi secara berkala. Jika verifikasi sudah berjalan dengan baik dan masih ada siswa yang belum terdata, maka mereka bisa melakukan pendaftaran online melalui website yang nantinya akan disediakan oleh Dinas Pendidikan.

Selain itu, kata Taufik, siswa yang berhak mendapatkan KJP merupakan siswa yang masih berada pada usia sekolah dengan rentang usia 7-18 tahun. Untuk itu, pelaksanaan program tersebut harus diawasi dengan cermat supaya penerima KJP benar-benar siswa yang membutuhkan.

Taufik menambahkan, siswa dari luar Jakarta tetapi bersekolah di Jakarta juga dapat menerima bantuan program KJP. Mereka bisa menerima bantuan itu asalkan memiliki nomor induk sekolah di Jakarta dan siswa itu berasal dari kalangan kurang mampu.

Mengenai pencairan dana KJP, Taufik mengatakan bahwa dana itu akan cair setelah dana APBD DKI 2013 telah turun. Jika dana belum cair juga pada bulan tersebut, siswa akan menerima dana KJP secara rapel dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kartu Jakarta Pintar yang diluncurkan pada Desember tahun lalu dapat digunakan sebagai penunjang kebutuhan personal, seperti uang transportasi, buku, sepatu, baju, gizi, dan lain-lain. Masing-masing siswa penerima akan memiliki KJP dalam wujud kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI dengan suntikan dana sekitar Rp 240.000 per bulan.

Untuk sementara, KJP hanya dibatasi untuk siswa di jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK). Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji pemberian kartu serupa untuk siswa di jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP).

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisAlfiyyatur Rohmah
    EditorLaksono Hari W
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Regional
    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Megapolitan
    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Nasional
    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Nasional
    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Regional
    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Megapolitan
    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Regional
    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Regional
    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Internasional
    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Nasional
    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Megapolitan
    Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

    Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

    Regional
    Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

    Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

    Megapolitan
    Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

    Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

    Nasional
    Djarot Prediksi Timnas Sepak Bola Indonesia Kalahkan Vietnam 2-1

    Djarot Prediksi Timnas Sepak Bola Indonesia Kalahkan Vietnam 2-1

    Megapolitan