Selasa, 2 September 2014

News /

Ada Agenda Tambahan KLB

Kamis, 7 Maret 2013 | 02:56 WIB

Jakarta, kompas - Kongres Luar Biasa PSSI pada 17 Maret di Jakarta akan diselipi agenda tambahan, yaitu penentuan waktu dan tempat kongres biasa. Agenda ini dinilai penting karena Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia hanya bisa dibubarkan melalui kongres biasa.

”Surat dari FIFA sudah jelas dan tidak ada masalah bagi kami. Namun, perlu diingat, kesepakatan yang saya tanda tangani bersama Pak Djohar (Arifin Husin, Ketua Umum PSSI) menyatakan KPSI baru dibubarkan pada kongres biasa, bukan kongres luar biasa,” ujar salah satu pemimpin KPSI, La Nyalla Mattalitti, di kantor PSSI, Jakarta, Rabu (6/3).

”Dalam KLB, akan ada satu agenda lagi, yaitu menentukan waktu dan tempat penyelenggaraan kongres biasa tahunan 2013. Ini kesepakatan saya dengan Pak Djohar dan tidak perlu dikomunikasikan kepada FIFA,” kata La Nyalla.

Djohar mengaku, pihaknya telah berkomunikasi dengan La Nyalla dan akan tetap mengikuti aturan FIFA. Djohar menegaskan isi surat FIFA mengenai kongres luar biasa dan dua utusan pemantau kongres itu.

Mengenai waktu dan tempat penyelenggaraan kongres biasa, La Nyalla menjelaskan, hal itu akan ditetapkan oleh pemilik suara. Peserta dalam kongres biasa itu juga pemilik suara dalam KLB PSSI di Solo pada 9 Juli 2011, yang kini sedang diverifikasi untuk menjadi peserta KLB PSSI pada 17 Maret di Jakarta.

La Nyalla menegaskan, setelah KLB 17 Maret, PSSI KLB Ancol yang dia ketuai tidak bubar dan masih akan jalan. PSSI KLB Ancol baru akan bubar setelah digelar kongres biasa.

Selama masih ada dua federasi, yurisdiksi Liga Super Indonesia (ISL) berada di bawah PSSI KLB Ancol dan Liga Primer Indonesia (IPL) di bawah PSSI. La Nyalla menegaskan, diharapkan pada 2014 federasi, liga, dan tim nasional menjadi satu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu, mengatakan, ia tidak mempermasalahkan KPSI yang belum bubar meski kongres PSSI sudah akan digelar.

”Memang akan lebih baik apabila KPSI otomatis bubar. Namun, kita akan fokus pada penyelesaian masalah, yaitu mewujudkan satu PSSI, revisi statuta, satu liga, dan satu timnas. Yang lainnya pasti akan mengikuti,” ujar Roy.

Verifikasi peserta

Dari pantauan Kompas pada Rabu, persiapan KLB PSSI 17 Maret terus berlangsung. Proses verifikasi peserta menambah delapan peserta yang sudah diverifikasi pada Rabu sore, yaitu lima pengurus provinsi dan tiga klub. Total peserta yang telah diverifikasi 87 anggota. Saat ini masih ada 13 pengurus provinsi yang belum diverifikasi.

Lima pengurus provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Riau, dan DKI Jakarta. Adapun tiga klub yang diverifikasi adalah PSMS Medan, Persewangi Banyuwangi, dan Persenga Nganjuk.

Namun, rapat tim verifikasi hari kedua itu hanya dihadiri oleh Togar Manahan Nero, Maurice Tuguis, dan Sefdin Syaifudin Alamsyah. Sementara ketua tim verifikasi Agus Yasmin serta dua anggota, Finantha Rudy dan Bustami, tidak hadir. Rapat juga dihadiri Sekretaris Jenderal PSSI Hadiyandra, Djohar Arifin Husin, dan beberapa anggota Komite Eksekutif.

”Hak voter (pemilih) untuk Pengurus Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur akan diberikan kepada pengurus provinsi yang asli, yaitu kepengurusan yang hadir pada KLB di Solo. Hak voter Jawa Timur diberikan kepada La Nyalla, Jawa Barat kepada Tony (Apriliani), DKI Jakarta kepada Hardi (Suhardi), dan Kalimantan Timur kepada (Ahmad) Amin,” ujar Sefdin.

”Hak voter Riau akan diberikan kepada pengurus yang terpilih pada musyawarah daerah provinsi terakhir di Riau,” ujar Sefdin.

Berkaitan dengan dualisme di klub PSMS, Persewangi, dan Persenga, setiap klub tetap memiliki satu suara dan akan dibagi dua.

”Karena ada dua kelompok yang masih eksis, keduanya diundang dengan hak suara setengah-setengah,” kata Sefdin.(K09/K14/K15/HLN/ANG)


Editor :