Jumat, 28 November 2014

News / Megapolitan

Mutilasi di Ancol

Polisi: Pelaku dan Korban Mutilasi Ancol Pengedar Narkoba

Sabtu, 16 Maret 2013 | 20:22 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Terungkapnya kasus pembunuhan dengan cara mutilasi di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, membuka jalan bagi polisi untuk mengungkapkan kasus perdagangan narkoba yang melibatkan pelaku maupun korban mutilasi. Keduanya sudah menjadi target polisi.

"Baik korban maupun pelaku adalah bandar narkoba. Mereka sudah jadi target operasi kami sejak dua bulan lalu karena mengedarkan narkoba," ujar Kasat Narkoba Polrestro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Suparmo, Sabtu (16/3/2013) siang.

Suparmo mengatakan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti narkoba dari lokasi pembunuhan di lantai tiga ruko areal kompleks Mediterania Marina Residence, Pademangan, Jakarta Utara. Barang bukti itu berupa 32 gram sabu-sabu, 140 butir ekstasi, dan 656 gram narkoba golongan 4 jenis key. Polisi akan melakukan pengujian di laboratorium untuk membuktikan jenis-jenis obat terlarang itu.

Kendati sudah menjadikan pelaku dan korban mutilasi sebagai target operasi narkotika, polisi masih harus mengumpulkan lebih banyak bukti. "Kami masih harus kumpulkan saksi-saksi untuk mengetahui dari mana mereka memasok narkoba, mengedarkannya ke mana saja, yang menerima siapa saja, dan transaksi biasa dilakukan di mana," kata Suparmo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Daddy Hartadi mengatakan, dari pemeriksaan sementara, Alanshia mengaku mendapatkan narkoba dari Tonny. Pelaku mutilasi yang menyewa ruko nomor 26D di Mediterania Marina Residence, Ancol, itu mengaku menyimpan narkoba yang dititipkan oleh korban di tempatnya.

Daddy memastikan bahwa alamat Alanshia di Jalan Pisangan Baru II No 16, RT 06/08, Kelurahan Pisanganbaru, Matraman, Jakarta Timur, adalah alamat palsu. "Alamat yang disebutkan memang ada, tapi tidak ada warga bernama Alanshia di alamat tersebut. Kami masih mengembangkan lebih dalam," kata Daddy. (Banu Adikara)

 


Editor : Laksono Hari W
Sumber: