Kamis, 30 Oktober 2014

News / Megapolitan

Pura-pura Beli Jeruk di Kramat Jati, Tahanan BNN Kabur

Senin, 18 Maret 2013 | 14:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Andi Juanda (39), tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN), melarikan diri dari perawatan di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Modus yang dilakukannya, adalah pura-pura beli jeruk.

Kepala Bidang Pelayanan Doktor Kepolisian, Kombes Ibnu Hajar mengungkapkan, tersangka melarikan diri pada Kamis, 14 Maret sekitar pukul 10.45 WIB, satu hari jelang selesainya masa perawatannya di rumah sakit tersebut. Tersangka hendak membeli buah-buahan di Pasar Induk Kramat Jati ditemani penyidik BNN.

"Kabarnya dia (tersangka) mau beli buah-buahan, tahu-tahu hilang dan nggak balik lagi," ujar Ibnu kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (18/3/2013) siang.

Menurut Ibnu, saat kejadian memalukan tersebut tak ada pendampingan yang dilakukan RS Polri. Sebab, tersangka telah didampingi penyidik BNN. Terlebih, tersangka akan kembali ke tahanan BNN keesokan harinya. Oleh sebab itu pengamanan pada tersangka, diserahkan ke instansi terkait.

"Karena (tersangka) dikawal sama penyidiknya dan besoknya mau pulang, sudah dijaga oleh mereka (penyidik) dan diizinkan," lanjut Ibnu.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, Andi Juanda adalah bandar narkoba besar yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 7 kilogram dengan nilai Rp 14 miliar. Ia ditangkap di Naggroe Aceh Darrusalam oleh BNN Provinsi Sumatera Utara. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pejabat BNN yang bersedia dimintai keterangannya. Adapun pihak RS Polri, menyerahkan kasus itu sepenuhnya kepada petugas BNN.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Hertanto Soebijoto