Sabtu, 19 April 2014

News / Megapolitan

Jokowi Sekali, Camat-Lurah "Blusukan" Tiga Kali

Jumat, 22 Maret 2013 | 13:42 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Fadjar Panjaitan meminta aparat pemerintah mulai dari tingkat lurah hingga camat melakukan blusukan lebih dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jika Jokowi melakukan satu kali, perangkat daerah di bawahnya harus melakukan lebih dari yang gubernur lakukan.

"Kunjungan atau inspeksi camat dan lurah harus lebih dari gubernur. Kalau pak gubernur blusukan satu kali, maka wali kota harus dua kali, camat blusukan tiga kali, dan lurah blusukan-nya empat kali," kata Fadjar dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (22/3/2013).

Fadjar mengungkapkan, blusukan lebih dari yang Jokowi lakukan itu memang harus dilaksanakan oleh aparatur daerah. Jangan sampai gubernur lebih mengetahui masalah yang ada di wilayah dibanding orang yang memegang wilayah tersebut. Untuk itu, blusukan di tingkat camat dan lurah harus lebih banyak dan lebih sering.

Silvi, Lurah Kedoya Selatan, mengatakan, dirinya sudah sering melakukan blusukan di wilayahnya. Dia selalu menghadiri acara yang diadakan oleh tingkat RT dan RW, seperti posyandu, PSN, peringatan Maulid Nabi, bahkan menghadiri takziah warga yang sedang mengalami dukacita.

Silvi mengatakan, khusus Kelurahan Kedoya Selatan, dia bersama warganya aktif melakukan kegiatan kerja bakti setiap minggunya. Saat kerja bakti dilaksanakan secara serempak, aparat kelurahan selalu menghadiri kegiatan tersebut.

"Kalau kelurahan lain kan biasanya giliran ya, kadang lurahnya minggu ini, minggu depan wakil, minggu depannya lagi sekel (sekretaris lurah). Nah, kalau di kelurahan saya semuanya datang," kata Silvi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RW 05 Kedoya Selatan, Sumardi Ramelan. Menurut dia, camat dan lurah di wilayahnya memang sering melakukan blusukan. Setiap kegiatan posyandu dan PSN mereka memang selalu datang. Bahkan ketika musim banjir melanda, camat dan lurah hampir setiap hari siap sedia di lokasi banjir.

"Camat dan lurahnya memang selalu datang ke RT atau RW. Hampir setiap minggu mereka keliling wilayah," kata Sumardi.

Sebelumnya, Gubernur Joko Widodo meminta aparat pemerintah melakukan blusukan dari satu wilayah ke wilayah lain. Tujuan blusukan ini supaya pemerintah tahu kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat.

Berita terkait, baca:

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI


Penulis: Alfiyyatur Rohmah
Editor : Hertanto Soebijoto