Senin, 21 April 2014

News / Megapolitan

Mayoritas Kebakaran karena Hubungan Pendek Arus Listrik

Rabu, 27 Maret 2013 | 12:30 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Mayoritas kebakaran yang terjadi di wilayah Jakarta Utara dipicu oleh hubungan pendek arus listrik. Razia jaringan rutin digelar, tetapi kasus kebakaran terus berulang.

Selain menyiapkan perangkat pemadam, warga juga diimbau mengecek kondisi kabel dan sambungan listrik secara rutin dan menggantinya jika dinilai perlu.

Berdasarkan data Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, hingga Rabu (27/3/2013), sedikitnya 18 kasus kebakaran terjadi sejak awal Januari 2013. Kebakaran mengakibatkan 38 keluarga kehilangan tempat tinggal dan kerugian hingga Rp 24 miliar.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara Nurdin Silalahi mengatakan, seperti kasus-kasus yang terjadi tahun lalu, kebakaran yang terjadi belakangan lebih sering dipicu oleh hubungan pendek arus listrik.

Oleh karena itu, selain razia rutin oleh petugas PLN, warga diimbau memperhatikan kondisi kabel dan sambungan.

Sepanjang tahun 2012 terjadi 186 kasus kebakaran di wilayah Jakarta Utara. Akibatnya, 2.197 keluarga yang terdiri dari 6.917 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran juga mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan 12 orang luka-luka. Kebakaran juga menimbulkan kerugian hingga Rp 36,4 miliar.

"Mayoritas di antaranya dipicu oleh hubungan pendek," kata Nurdin. Pemerintah DKI Jakarta, lanjut Nurdin, akan membagikan 1.000 unit pemadam kebakaran portable untuk setiap kecamatan tahun ini. Di enam kecamatan di Jakarta Utara, alat telah siap dibagikan.


Penulis: Mukhamad Kurniawan
Editor : Tjahja Gunawan Diredja