Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Megapolitan

Mulai Hari Ini, KRL Jabodetabek Ada Setiap 7 Menit

Senin, 1 April 2013 | 06:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sesuai janji PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) pada 7 Maret lalu, mulai hari ini, Senin (1/4/2013), akan diberlakukan Perubahan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Penerapan Gapeka akan menambah jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah rute yang nantinya juga akan berdampak pada waktu tunggu kedatangan kereta di stasiun yang tidak membutuhkan waktu lama.

"Dari yang biasanya setiap 15 menit KRL masuk ke stasiun, nantinya bergeser jadi sekitar 7 menit sekali ada KRL masuk ke stasiun," kata Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo di Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Untuk rute Stasiun Bogor menuju Jatinegara yang melalui jalur lingkar dalam kota (loopline), perjalanan kereta akan ditambah dari 67 perjalanan menjadi 93 perjalanan. Sementara untuk lintas Serpong-Tanah Abang, perjalanan KRL yang sebelumnya terdapat 74 perjalanan meningkat menjadi 87 perjalanan.

Kemudian untuk lintas Bekasi-Jakarta Kota, perjalanan ditambah dari 84 perjalanan menjadi 106 perjalanan. Satu-satunya pengurangan jumlah perjalanan hanya terjadi untuk KRL dari arah Stasiun Bogor menuju Stasiun Jakarta Kota melalui jalur tengah dalam kota (central line).

Mulai 1 April 2013, jumlah perjalanan akan berkurang dari 193 perjalanan menjadi 176 perjalanan. "Mulai tanggal 1 April 2013, terjadi peningkatan jumlah perjalanan yang sebelumnya 514 perjalanan menjadi 533 perjalanan KRL," ujar Handoyo.

Selain penambahan jumlah perjalanan dan pemangkasan waktu tunggu di stasiun, mulai 1 April 2013, khusus untuk rute-rute dari Bogor, baik yang menuju Jatinegara maupun Jakarta Kota, KRL pemberangkatan pertama akan mulai berangkat pukul 04.00 WIB, dari sebelumnya pukul 04.25 WIB.

Sedangkan untuk KRL pemberangkatan terakhir dari Jakarta menuju Bogor, baik dari Jatinegara maupun Jakarta Kota, KRL yang tadinya hanya sampai pukul 22.30 WIB akan diperpanjang menjadi pukul 00.25 WIB.

Tri Handoyo menerangkan, pergeseran waktu pemberangkatan kereta ini dikarenakan untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang yang akan menggunakan KRL baik pada saat jam berangkat kerja maupun pada saat jam pulang kerja.

"Karena pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari, jumlah penumpang KRL sering melebihi kapasitas, bahkan tidak sedikit pula yang ketinggalan kereta," terangnya.


Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Benny N Joewono