Jumat, 19 Desember 2014

News / Megapolitan

Jokowi: Rusun Pluit Belum Boleh Dihuni

Selasa, 2 April 2013 | 18:23 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan bahwa rumah susun sederhana sewa di Pluit, Jakarta Utara, belum boleh dihuni. Untuk menertibkan rusun tersebut, Jokowi akan segera membuat aturan main terkait warga calon penghuni rusun itu.

Mantan Wali Kota Surakarta ini mengatakan, pada awalnya rusun itu dipergunakan untuk kondisi darurat. Tujuannya untuk tempat penampungan warga pengungsi yang terdampak banjir pada awal tahun 2013. Kondisi pembangunan rusun juga belum rampung seratus persen dan belum sepenuhnya dialiri listrik serta air.

"Waktu banjir kan dipakai untuk pengungsian. Nanti kita atur, kan aturan mainnya dari kita. Kalau enggak diatur, nanti jadi rebutan," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (2/4/2013).

Jokowi mengatakan, akan mengeluarkan aturan bahwa rusun tersebut hanya diperuntukkan bagi warga di sekitar Pluit. Pada tahun ini, pemerintah Provinsi DKI akan membangun sekitar empat atau enam rusun lagi. "Ya nanti diatur. Ini saya sudah tugaskan Kepala Dinas Perumahan mengatur itu," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan bahwa penghuni Rumah Susun Waduk Pluit bukan penghuni resmi. Saat ini Pemprov DKI Jakarta belum membuka pendaftaran penghuni. Namun, sekitar 40 persen dari rusun berkapasitas 200 unit itu sudah dihuni warga.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Laksono Hari W