Selasa, 21 Oktober 2014

News / Megapolitan

Normalisasi Sungai Pesanggrahan Terkendala Para Pemukim Liar

Kamis, 4 April 2013 | 21:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana normalisasi Sungai Pesanggrahan yang melewati wilayah Jakarta Selatan telah sampai pada pematokan trase (lebar sungai). Namun, langkah pemasangan patok belum dapat dilakukan di seluruh tempat yang direncanakan karena terhambat oleh adanya pemukiman-pemukiman liar warga.

"Hanya tinggal 1 RT di Kelurahan Pesanggrahan yang belum karena warganya menempati lahan yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia," kata Sekretaris Kota Administasi Jakarta Selatan Usmayadi, Kamis (4/4/2013).

Sebelum melakukan langkah selanjutnya, kata Usmayadi, Pemkot Jaksel akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan PT KAI selaku pemilik tanah. Lagi pula penduduk yang menempati lahan di tepi rel kereta api antara Rangkasbitung dan Kebayoran Lama itu sudah puluhan tahun tinggal di tempat tersebut.

Sungai Pesanggrahan melewati 8 kelurahan dalam tiga kecamatan di Jakarta Selatan, antara lain Lebak Bulus dan Pondok Pinang di Kecamatan Cilandak, Pesanggrahan dan Ulujami di Kecamatan Pesanggrahan, serta Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama Selatan, Grogol Selatan, dan Cipulir di Kecamatan Kebayoran Lama. Aliran sungai Pesanggrahan di wilayah Jakarta Selatan mencapai 17,7 km.

"Saat ini pematokan trase kali sudah di Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Cipulir, dan Grogol Selatan," ujar Usmayadi.

Proses normalisasi Sungai Pesanggrahan akan dilakukan di dua wilayah, yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Total panjang proyek normalisasi sungai ini mencapai 26,74 kilometer. Nantinya sungai itu akan dilebarkan menjadi 65 meter. Proses normalisasinya dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dari Kementerian Pekerjaan Umum.


Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Laksono Hari W