Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Camat dan Lurah Galau Hadapi Komputerisasi Lelang Jabatan

Jumat, 5 April 2013 | 18:12 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah camat dan lurah di Jakarta Selatan menyampaikan kegelisahannya terkait pelaksanaan lelang jabatan atau seleksi dan promosi terbuka camat dan lurah. Hal tersebut mereka sampaikan pada acara Sosialisasi Pelaksanaan Seleksi Terbuka Camat dan Lurah di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2013) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam acara tersebut, semua camat dan lurah se-Jakarta Selatan berkumpul untuk mendapatkan penjelasan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Karier Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Khaidir serta perwakilan dari Departemen Sumber Daya Manusia Mabes Polri Komisaris Besar Solihin. Tampak hadir pula Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin dan Sekretaris Kota Usmayadi.

Lurah Gandaria Utara Lukmansyah menyampaikan keluhan terkait banyaknya camat maupun lurah senior yang tidak memahami cara bekerja dengan komputer. Padahal, seleksi lelang jabatan hampir seluruhnya menggunakan sistem komputerisasi. "Jadi kami harus gimana, apa boleh membawa joki? Saya sampaikan di sini agar kami mendapat solusi sehingga tidak bingung saat pelaksanaannya nanti," kata Lukman.

Hal serupa diutarakan oleh Mundari, Lurah Cilandak Barat. Ia berharap agar panitia dapat mengizinkan peserta membawa pendamping, terutama bagi peserta yang tidak memahami cara kerja komputer. Cabat Tebet Edi Suherman mempertanyakan kejelasan nasib para camat dan lurah definitif apabila nantinya mereka tidak dapat lolos seleksi. "Seandainya kami tidak dapat lolos seleksi, nanti kami mau dikemanakan?" ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Khaidir mengatakan bahwa pada tahap awal lelang jabatan, yaitu tahap seleksi administrasi, para peserta masih diizinkan untuk ditemani pendamping. Khaidir juga memberikan semangat kepada para calon peserta lelang jabatan agar tetap yakin dapat melewati tahapan-tahapan seleksi dan mempersiapkan diri sematang mungkin.

"Jangan gamang tidak lulus, jabatan kan juga tidak kekal. Jabatan sifatnya hanya titipan. Jadi, lurah dan camat definitif jangan galau. Kalau yakin, pasti lulus," kata Khaidir.

Proses lelang jabatan akan dimulai serentak di seluruh DKI Jakarta pada Senin (8/4/2013). Tercatat ada 44 posisi camat dan 267 kursi untuk lurah yang dibidik dalam proses seleksi terbuka tersebut. Berdasarkan data dari BKD Pemprov DKI Jakarta, jumlah PNS yang layak mengikuti lelang jabatan untuk posisi camat sebanyak 2.731 orang dan peserta pelamar lurah sebanyak 3.332 orang.

Lelang jabatan akan dimulai dengan tahapan seleksi administrasi. Untuk posisi camat, peserta harus memenuhi kriteria usia maksimal 52 tahun, jenjang kepangkatan minimal III-D dan paling tinggi IV-B dengan eselon terendah III-C dan tertinggi III-B. Adapun untuk posisi lurah, usia peserta maksimal 52 tahun, jenjang kepangkatan minimal III-C dan paling tinggi III-D dengan eselon terendah III-D dan tertinggi III-C.

Setelah lulus seleksi administrasi, para peserta lelang jabatan akan maju ke tahap uji kompetensi bidang. Di sini para peserta akan diuji pengetahuannya seputar komunikasi, kewilayahan, pemerintahan, analisis risiko, pemecahan masalah, serta membangun kerja strategis. Apabila lulus pada tahap uji kompetensi bidang, para peserta akan maju ke tahap uji kompetensi manajerial. Para peserta akan menghadapi tes tertulis, menyampaikan visi dan misi, tes psikologi, tes kepemimpinan, dan wawancara.

Apabila ketiga tahap tersebut dapat dilalui, maka para peserta tinggal menghadapi tahap terakhir, yaitu uji kesehatan dan verifikasi dokumen. Dalam pelaksanaan lelang jabatan, Pemprov DKI Jakarta mengadakan kerja sama dengan Polri maupun sejumlah perguruan tinggi untuk pengadaan soal dan tempat dilaksanakannya tes.


Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Laksono Hari W