Sabtu, 20 Desember 2014

News / Megapolitan

Kejahatan Jalanan

Perampok Merajalela di Bekasi

Jumat, 5 April 2013 | 21:03 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Komplotan perampok bengis kembali beraksi di Kabupaten Bekasi. Petugas Polri seakan ditantang untuk terus bekerja keras memberantas kejahatan jalanan. Sejak 1 April 2013 tercatat sudah dua kasus perampokan.

Aksi terkini perampokan terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Simpangan, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (4/4/2013) sekitar pukul 04.00. Komplotan perampok ialah lima orang bersenjata celurit, parang, dan golok.

Korban adalah buruh PT Setia Guna Sejati, yakni Deni Iskandar (24) dan Asep Suhaeri (24). Mereka dirampok saat naik sepeda motor beriringan sepulang kerja dari pabrik. Dalam perjalanan pulang, Asep mengendarai Yamaha Mio berpelat nomor B 6806 FYA, sedangkan Deni mengendarai Kawasaki Ninja berpelat nomor B 3392 FHL.

Dalam perampokan itu, Asep kehilangan sepeda motornya. Sepeda motor Deni tidak berhasil dibawa kabur oleh komplotan. Namun, komplotan yang bengis melukai Asep sehingga korban masih harus dirawat di rumah sakit.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cikarang Inspektur Dua Iwan Gunawan mengemukakan, gerombolan perampok berjumlah lima orang. "Petugas terus menyelidiki dan memburu komplotan itu. Mungkin ada keterkaitan dengan perampokan-perampokan sebelumnya di tempat lain," kata Iwan, Jumat (5/4/2013).

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, perampokan di Jalan Cipto Mangunkusumo berawal saat kedua korban melintas dan dipepet lima orang dengan dua sepeda motor. Salah seorang pembonceng melempar Deni dengan botol kaca. Lemparan mengenai tangan kanan Deni sehingga ia terjatuh. Asep pun juga dijatuhkan oleh komplotan itu.

Dalam posisi terjatuh, Asep dan Deni tidak kuasa melawan serangan komplotan yang membawa celurit, golok, dan parang. Pelaku akhirnya merampas sepeda motor Asep. Pemuda ini berusaha mempertahankan sepeda motornya, tetapi komplotan menyerangnya dengan membabi buta. Asep terkena sabetan celurit di punggung sehingga ambruk bersimbah darah.

Asep dan Deni sempat berteriak minta tolong. Teriakan mereka terdengar oleh warga yang kemudian datang. Mengetahui ada warga datang, komplotan kabur dengan membawa sepeda motor Asep. Sepeda motor Deni ditinggalkan. Asep ditolong oleh warga, kemudian dibawa ke RS Annisa Cikarang. Deni mengalami luka ringan akibat terjatuh.

Kejahatan jalanan itu merupakan perampokan kedua sejak April 2013. Pada Senin (1/4/2013) pukul 02.40, empat orang merampok pabrik onderdil PT Sparindo Raya, Rawabanteng, Cibuntu, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Komplotan melumpuhkan dan menyekap empat pegawai pabrik, lalu merampas uang dan telepon seluler milik pegawai.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cikarang Barat Ajun Komisaris Lintar Mahardono menyebutkan, kerugian yang diderita oleh pegawai senilai Rp 2,7 juta dan empat telepon seluler yang dirampas komplotan perampok.

Empat korban saat itu sedang terlelap tidur. Mereka adalah Masri, Ade, Asep, dan Fajar. Masri tidur di pos satuan pengaman. Di sanalah ia dilumpuhkan dan disekap. Ade, Asep, dan Fajar tidur di dalam pabrik dan di sana juga dilumpuhkan dan disekap. Para korban baru dapat berhasil melepaskan ikatannya itu setelah para pelaku kabur dengan mobil jenis minibus.

Dua kasus perampokan di Cikarang Barat dan Cikarang Pusat itu belum terungkap.


Penulis: Ambrosius Harto Manumoyoso
Editor : Nasru Alam Aziz