Rabu, 1 Oktober 2014

News / Megapolitan

Penyediaan Pekerjaan, Cara Tekan Premanisme

Jumat, 5 April 2013 | 22:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya jumlah preman dan aksi premanisme di Jakarta yang meresahkan masyarakat, dinilai merupakan akibat kurangnya lapangan pekerjaan di Jakarta. Salah satu cara yang dianggap efektif menekan jumlah preman dan aksinya, adalah penciptaan lapangan pekerjaan.

"Mereka (preman) rata-rata bukan orang Jakarta dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Mungkin solusinya kita harus menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak," tutur Kanit III Resmob AKP Ari Cahya Nugraha, di Polda Metro Jaya, Jumat (5/4/2013). Polda Metro Jaya baru saja menggiring 36 preman dari area parkir timur Senayan, yang diduga melakukan pemalakan dengan berkedok parkir.

Ari mengatakan pemberantasan preman sulit dilakukan. Apalagi, kata dia, banyak pihak justru memanfaatkan keberadaan preman ini. "Banyak pihak-pihak yang memanfaatkan jasa preman, seperti pihak asuransi dan lain-lain, sebagai debt collector," ujarnya.

Tapi, kata Ari, operasi penangkapan preman akan terus digelar rutin. Kepolisian, ujar dia, tak akan ragu menggelar operasi ini meskipun diragukan keberhasilannya. "Justru bagus kalau mereka (preman) tahu ini operasi rutin. Jadi mereka tidak berani beroperasi lagi," tutur Ari.

Selain mengusahakan operasi rutin, kepolisian juga berharap masyarakat melaporkan segala bentuk tindakan premanisme langsung kepada polisi. Harapannya, polisi dapat bertindak lebih cepat memberantas aksi premanisme tersebut. "(Tanpa bantuan masyarakat), kadang kalau kami datang, preman-preman sudah kabur," ujar dia.

 


Penulis: Norma Gesita
Editor : Palupi Annisa Auliani