Rabu, 23 Juli 2014

News / Megapolitan

Nama Jokowi Dicatut, 29 Unit Rusun Marunda Diserobot

Senin, 8 April 2013 | 19:27 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekelompok warga Cilincing menempati 29 unit rumah susun sederhana sewa Marunda tanpa seizin pengelola. Saat disidak, mereka mengaku unit-unit tersebut diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

"Mereka berdalih unit-unit tersebut didapat langsung dari Pak Gubernur," kata Asri Hidayat, anggota staf pengelola Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (8/4/2013).

Hidayat dan rekan-rekannya yang melakukan sidak tidak memercayai sepenuhnya keterangan warga yang menempati Kluster B Blok 11 itu. Hidayat langsung menghubungi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun Wilayah I Jakarta Jati Waluyo untuk mendapatkan keterangan resmi. "Menurut Kepala UPT, tidak ada pemberian seperti itu," kata Hidayat.

Hidayat mengatakan, kehadiran para penyerobot unit rusun tidak diketahui oleh pengelola. Keberadaan mereka baru diketahui setelah para calon penghuni resmi yang hendak menempati unit rusun membuat laporan bahwa tempat mereka sudah dihuni orang lain.

Mendapat laporan tersebut, pengelola langsung mendatangi Blok 11 untuk melakukan sidak. Menurut Hidayat, penghuni liar itu tidak mendaftar ataupun mengikuti proses administratif yang harus dilalui penghuni rusun lain. Apalagi, blok tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi warga yang direlokasi dari sekitar Waduk Pluit.

"Mereka datang dan langsung masuk, serobot begitu saja tanpa izin ke kami (pengelola)," kata Hidayat.

Menurut Hidayat, pengelola akan mendata lagi penghuni blok-blok di Kluster B. Hal ini dilakukan untuk memastikan penghuni unit rusun sesuai dengan data yang dimiliki pengelola. Salah satu pilihan yang akan diambil adalah menempelkan foto penghuni pada setiap rusun. Tujuannya agar pengelola bersama warga rusun bisa mengiidentifikasi secara cepat, apakah penghuni unit tertentu sesuai data pendaftar rusun.


Penulis: Imanuel More
Editor : Laksono Hari W