Selasa, 25 November 2014

News / Megapolitan

Pistol Rakitan Macet, Perampok Dibekuk

Selasa, 9 April 2013 | 05:49 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Seorang tersangka perampok dibekuk oleh warga di RT 002 RW 02 Pasir Gombong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (8/4/2013) pukul 02.00. Tersangka berinisial Fir (21) ialah spesialis pencurian sepeda motor.

Dalam beraksi, tersangka bersenjata pistol rakitan dan tidak segan melukai korban. Sebelum tertangkap, Fir hendak mencuri Honda Beat dari dalam kediaman Syahroni (22) di Pasir Gombong. Saat itu, kondisi sepi karena masih dini hari. Aksi Fir yang seorang diri membangunkan pemilik rumah. Dari lantai dua, Syahroni melihat Fir sedang mengutak-atik untuk membawa kabur sepeda motor.

Syahroni tidak tinggal diam. Lelaki itu turun dan menyerang tersangka. Syahroni dan Fir terlibat perkelahian. Dalam perkelahian, Syahroni berkali-kali berteriak ada rampok dengan harapan tetangga terbangun dan menolong. Dalam perkelahian itu, Syahroni berhasil menyudutkan Fir. Tersangka pun mengeluarkan pistol rakitan dan menembak korban. Untunglah, tembakan itu meleset. Tembakan kedua tidak berhasil sebab pistol tiba-tiba macet.

"Saya jadi enggak takut, tapi malah nekat," kata Syahroni kepada penyidik Kepolisian Sektor Cikarang Utara dan Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten. Syahroni kian berada di atas angin sebab teriakannya berhasil membangunkan dan mendatangkan warga. Warga pun berhasil membekuk Fir. Warga sebenarnya geram sebab wilayah itu sudah beberapa kali terjadi pencurian sepeda motor. Warga segera menyangka bahwa Fir adalah salah satu pelakunya.

Warga melampiaskan kegeraman dengan memukuli tersangka. Fir babak belur dan hampir tewas jika polisi tidak datang dan mencegah warga kian beringas. Pelaku diamankan dan dibawa ke RS Polri untuk dirawat dan akan diperiksa sebagai tersangka kasus kejahatan.

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten Ajun Komisaris Bambang Wahyudi mengatakan, Fir mengaku pernah terlibat beberapa kali pencurian sepeda motor. Dalam beraksi, Fir selalu berdua. Fir bertugas untuk mengutak-atik dan membawa kabur sepeda motor. Teman tersangka mengamati dari jauh dan kabur jika bahaya. Dari tangan Fir, petugas menyita pistol rakitan dan lima peluru. Satu peluru sudah ditembakkan. Petugas juga menyita dompet dan telepon seluler pelaku.

"Berdasarkan keterangan tersangka, kami melacak seorang lagi yang kabur ketika tersangka dibekuk," kata Bambang. Perampokan itu merupakan yang kedua di Cikarang Utara sejak awal bulan. Sebelumnya, perampokan terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo (Tjipto Mangoenkoesoemo), RT 002 RW 03, Simpangan, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (4/4/2013) sekitar pukul 04.00. Komplotan perampok ialah lima orang bersenjata celurit, parang, dan golok.

Korban adalah buruh PT Setia Guna Sejati, yakni Deni Iskandar (24) dan Asep Suhaeri (24). Mereka dirampok saat naik sepeda motor beriringan sepulang kerja dari pabrik. Dalam perjalanan pulang, Asep menaiki Yamaha Mio berpelat nomor B 6806 FYA, sedangkan Deni menaiki Kawasaki Ninja berpelat nomor B 3392 FHL.

Dalam perampokan itu, Asep kehilangan sepeda motornya. Sepeda motor Deni tidak berhasil dibawa kabur oleh komplotan. Namun, komplotan yang bengis melukai Asep sehingga korban masih harus dirawat di rumah sakit. Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cikarang Inspektur Dua Iwan Gunawan mengatakan, petugas terus menyelidiki dan memburu komplotan itu. Mungkin ada keterkaitan dengan perampokan-perampokan sebelumnya di tempat lain.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, perampokan di Jalan Cipto Mangunkusumo berawal saat kedua korban melintas dan dipepet oleh dua sepeda motor yang dinaiki lima orang. Salah satu orang yang membonceng melempar Deni dengan botol kaca bertuliskan Sprite (merek minuman bersoda). Lemparan mengenai tangan kanan Deni sehingga ia terjatuh. Asep pun juga dijatuhkan oleh komplotan itu. Dalam posisi terjatuh, Asep dan Deni tidak dapat melawan dengan sengit serangan komplotan yang membawa celurit, golok, dan parang. Pelaku merampas sepeda motor Asep.

Pemuda ini berusaha mempertahankan sepeda motornya, tetapi komplotan menyerang dengan membabi buta. Asep terkena sabetan celurit di punggung sehingga ambruk bersimbah darah. Asep dan Deni sempat berteriak ada rampok dan minta tolong. Teriakan mereka terdengar oleh warga yang kemudian datang.

Mengetahui ada warga datang, komplotan kabur dengan membawa sepeda motor Asep. Sepeda motor Deni ditinggalkan. Asep ditolong oleh warga. Pemuda itu dibawa untuk dirawat di RS Annisa Cikarang. Deni luka ringan, yakni lebam akibat terjatuh. Pada Senin (1/4/2013) pukul 02.40, empat orang merampok pabrik onderdil PT Sparindo Raya, Rawabanteng RT 001 RW 12, Cibuntu, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Komplotan melumpuhkan dan menyekap empat pegawai pabrik.

Komplotan merampas uang dan telepon seluler milik pegawai. Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cikarang Barat Ajun Komisaris Lintar Mahardono mengatakan, kerugian yang diderita oleh pegawai senilai Rp 2,7 juta dan empat telepon seluler yang dirampas komplotan perampok.

Empat korban saat itu sedang terlelap tidur. Mereka adalah Masri, Ade, Asep, dan Fajar. Masri tidur di pos satuan pengaman. Di sanalah ia dilumpuhkan dan disekap. Ade, Asep, dan Fajar tidur di dalam pabrik dan di sana juga dilumpuhkan dan disekap. Para korban baru dapat berhasil melepaskan ikatannya itu setelah para pelaku kabur. Mobil pelaku teridentifikasi jenis minibus. 


Penulis: Ambrosius Harto Manumoyoso
Editor : Robert Adhi Ksp