Minggu, 26 Oktober 2014

News /

LALU LINTAS

Jalan Juanda Kota Bekasi Berlaku Dua Arah

Kamis, 11 April 2013 | 03:50 WIB

Bekasi, Kompas - Pemerintah Kota Bekasi memberlakukan lalu lintas dua arah di Jalan Ir Juanda mulai Kamis (11/4). Pemberlakuan rekayasa itu untuk menambah denyut perekonomian di sepanjang Jalan Ir Juanda yang merupakan kawasan tua Kota Bekasi.

Jalan Ir Juanda adalah bagian dari ruas Bekasi-Karawang sekaligus jalur pantai utara Jawa. Ruas ini bersejarah dan berperan penting sebagai jantung ekonomi kawasan Bekasi sejak berdiri sampai sekarang. Di Jalan Ir Juanda ada pusat pemerintahan, stasiun, deretan toko, restoran, tempat ibadah, kantor, bank, Pasar Proyek (Bekasi Junction), rumah sakit, Pasar Baru Bekasi, dan terminal.

”Sejak dulu kawasan ini adalah pusat aktivitas,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Dulu, saat menjadi pusat kegiatan, arus lalu lintas di Jalan Ir Juanda dibuat dua arah dan amat ramai sehingga terkadang semrawut dan macet.

Untuk mengatasi kesemrawutan dan kemacetan di Jalan Ir Juanda, sebagian ruas diberlakukan satu arah, yaitu dari perempatan Stasiun Bekasi atau Monumen Kali Bekasi sampai perempatan Lapangan Multiguna. Satu arah berlaku pukul 05.00 hingga pukul 22.00.

Akan tetapi, ketika sistem ini dijalankan, perekonomian kawasan dirasa menjadi kurang gereget. Pemilik toko, kios, warung, dan pedagang di Pasar Proyek merasa omzet mereka tidak sebanyak dahulu.

Kegelisahan pelaku usaha ini ditangkap oleh pemerintah dan coba diatasi dengan memberlakukan kembali lalu lintas dua arah pada 2009.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman, pada 2009 itu lalu lintas dua arah diuji coba lagi selama seminggu. Namun, dari uji coba, pemerintah membatalkan sistem itu sebab mengundang kesemrawutan dan kemacetan. Lalu lintas dikembalikan jadi satu arah.

Kini, pemerintah merencanakan kembali lalu lintas di Jalan Ir Juanda menjadi dua arah. Alasannya, mengembalikan denyut perekonomian. Di sisi lain, Pasar Proyek sudah berganti menjadi pusat perbelanjaan Bekasi Junction yang akan resmi beroperasi pertengahan April 2013.

Namun, Supandi menyanggah pernyataan bahwa sistem dua arah ini lebih menguntungkan Bekasi Junction ketimbang tujuan awal untuk mengembalikan denyut ekonomi kawasan.

”Tidak ada kaitannya dengan Bekasi Junction,” kata dia.

Rabu kemarin, Pemerintah Kota Bekasi menguji coba sistem dua arah dari pukul 06.00-18.00. Selama uji coba, dari Monumen Kali Bekasi sampai perempatan Pasar Proyek, ditempatkan traffic cones, rambu kerucut yang dihubungkan dengan tali, sebagai pembatas jalan sementara.

Selama uji coba, lalu lintas semrawut dan macet di empat persimpangan di sepanjang Jalan Ir Juanda, yakni perempatan Stasiun Bekasi, perempatan Pasar Proyek, pertigaan Jalan RA Kartini, dan perempatan Lapangan Multiguna.

Pengguna jalan masih banyak yang bingung sebab tak tahu berlaku sistem dua arah. Ada yang melanggar rambu kerucut sehingga dihentikan petugas dan diminta kembali memutar. Ada juga kendaraan yang menerabas lampu lalu lintas sampai nyaris tertabrak kendaraan dari arah lain.

Berdasarkan evaluasi Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bekasi Kota Komisaris Imam Pribadi Santosa, uji coba selama satu hari masih kurang untuk melihat sejauh mana rekayasa berhasil atau tidak.

Saat uji coba, tarikan lalu lintas yang melalui Jalan Ir Juanda terasa kuat pada pagi hari saat warga berangkat kerja dan sore hari saat warga pulang kerja. Saat pagi hari, serbuan kendaraan dari arah Bekasi Utara. Adapun saat sore hari berlaku sebaliknya.(bro)


Editor :