Rabu, 1 Oktober 2014

News / Megapolitan

Jalan Tambak Ditutup Setahun mulai 19 April 2013

Jumat, 12 April 2013 | 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dishub DKI akan menutup Jalan Tambak, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan untuk mendukung pekerjaan penambahan daun pintu air Ciliwung (Optimalisasi Kanal Banjir Barat dan Kali Ciliwung).

"Sehubungan dengan rencana tersebut, maka mulai tanggal 19 April 2013 hingga 30 Juni 2014, Jalan Tambak ditutup karena area konstruksi akan menggunakan badan jalan tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (12/4/2013).

Jalan yang akan ditutup adalah Jalan Tambak atau underpass lama (sisi barat), yang terdiri dari dua lajur satu arah dari Manggarai menuju Jalan Proklamasi. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Jalan Sultan Agung dan Jalan Minangkabau, yang akan menuju Jalan Proklamasi dan Jalan Matraman, akan diarahkan melalui Jalan Tambak atau underpass baru (sisi timur) atau Jalan Cik Ditiro-Jalan Diponegoro.

Pristono melanjutkan, untuk mendukung pengaturan arus lalu lintas tersebut, sosialisasi telah dilakukan kepada pengguna jalan, juga pemasangan rambu-rambu petunjuk, serta penempatan petugas pengaturan.

"Oleh karena itu, diimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan, dan mengutamakan keselamatan di jalan," kata Pristono.

Untuk melakukan optimalisasi, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran Rp 450 miliar khusus untuk pembebasan lahan bagi normalisasi kali-kali besar di Ibu Kota, yaitu normalisasi Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter yang diyakini dapat mengurangi 10 titik banjir.

Di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013, untuk mengatasi banjir di Jakarta, Pemprov DKI telah mengajukan beberapa program, yaitu pembangunan Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kanal Banjir Barat (KBB), untuk penyelesaian pembebasan lahan serta pembangunan jalan dan saluran pengaman sejajar KBT.

Program lainnya, normalisasi sungai dan saluran drainase, yang meliputi perbaikan perkuatan tebing melalui pembangunan Sheet Pile; inventarisasi dan pembebasan lahan utamanya untuk Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter; pembersihan sampah serta pengerukan sungai dan saluran di 5 wilayah di DKI dan juga penataan Pembangunan Situ, Waduk dan Tanggul Pengaman Pantai, yaitu pembangunan embung; pembebasan lahan dan pembangunan waduk; serta pembangunan tanggul pengaman di pantai utara Jakarta.


Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Ana Shofiana Syatiri