Rabu, 30 Juli 2014

News /

PASAR MODAL

Kenaikan Harga BBM Sentimen Positif

Rabu, 17 April 2013 | 02:54 WIB

Jakarta, kompas - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 50,66 poin atau sekitar 1,04 persen ke posisi 4.945,25 pada Selasa (16/4). Kenaikan itu menjaga harapan indeks mampu menembus tingkat psikologis 5.000 sekalipun sentimen negatif dari luar negeri menggelayuti pasar.

”Pembatasan atau rencana adanya dua harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi sentimen positif,” kata Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing, di Jakarta.

Pardomuan mengatakan, investor memburu saham-saham karena valuasinya relatif murah pascaturun sebelumnya. ”IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) diperkirakan masih akan fluktuatif selanjutnya akibat sentimen bursa regional dan global dengan kecenderungan menguat mencoba menembus tingkat psikologis 5.000,” katanya.

Peristiwa ledakan bom di Boston, Amerika Serikat, sempat menekan IHSG pada awal perdagangan, hingga menyentuh tingkat terendah di 4.856,29 (0,78 persen). Namun, sejurus kemudian, IHSG beralih ke zona hijau dengan jumlah transaksi sebanyak 10,4 juta lot atau setara dengan Rp 5,8 triliun.

Tercatat sebanyak 115 saham menguat, 158 saham melemah, 111 saham tidak berubah, dan 129 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang mencetak kenaikan tertinggi adalah PT Telekomunikasi Indonesia (5,33 persen), PT Perusahaan Gas Negara (4,42 persen), dan PT Astra International (1,97 persen).

Sementara saham-saham yang memberatkan bagi indeks kemarin adalah PT Garda Tujuh Buana yang turun sekitar 11,70 persen, XL Axiata (2,73 persen), dan PT Gudang Garam (0,93 persen).

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, mengingatkan kemungkinan terguncangnya keyakinan investor pada pasar pasca-ledakan Boston. Pada pengalaman teror bom World Trade Center 11 September 2001, misalnya, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 7,1 persen. Tidak seperti sebelumnya, bank Sentral AS, The Fed, tak dapat lagi menurunkan suku bunga acuannya karena sudah sangat rendah, 0-0,25 persen.

Investor asing kemarin mencatat penjualan bersih di pasar reguler di Bursa Efek Indonesia senilai Rp 329 miliar. Sepanjang tahun ini mereka mencatat pembelian bersih Rp 17,17 triliun. IHSG tercatat tumbuh kedua tertinggi, sekitar 14,56 persen, di bawah Jepang yang tumbuh 27,19 persen. (BEN)

 


Editor :