Sabtu, 1 November 2014

News / Megapolitan

Jakarta Dijadikan Barometer Pasar Aman Berbahaya

Jumat, 19 April 2013 | 09:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menjamin makanan yang diperdagangkan di pasar tradisional aman dikonsumsi, pemerintah lintas sektoral mencanangkan pasar aman bahan berbahaya. Jakarta dijadikan barometer untuk program yang berlangsung selama 3 tahun terhitung sejak 2013 ini.

Pencanangan diselenggarakan di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2013). Hadir dalam pencanangan ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, dan Pemerintah Provinsi DKI.

Kepala BPOM Lucky S Slamet mengatakan, program pasar aman dari bahan berbahaya ini mulai dicanangkan di Jakarta karena merupakan ibu kota negara yang bisa menjadi barometer bagi daerah lain. Sebab dalam 3 tahun pasar aman akan dicanangkan di 108 kota di 31 provinsi di Indonesia.

Oleh karena itu, kata Lucky, dibutuhkan kerjasama lintas sektoral agar program ini dapat berjalan. Seperti pencanangan pasar aman bahan berbahaya di Jakarta, BPOM turut menggandeng Pemprov DKI. Keterlibatan pemerintah daerah, lanjut Lucky, sangat penting untuk menjamin keberlangsungan pengawasan peredaran makanan mengandung bahan berbahaya di pasar-pasar tradisional.

Dalam pelaksanaannya, BPOM dibantu oleh dinas-dinas pemerintahan di daerah terkait. "Nanti dinas-dinas yang mengawasi," katanya.

Dalam pencanangan pasar aman dari bahan berbahaya ini dihadiri Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Kesehatan Napsiah Emboy. Sementara Gubernur DKI Joko Widodo diwakili oleh Wali Kota Jakarta Timur Krisdiyanto.


Penulis: Madina Nusrat
Editor : Rusdi Amral