Rabu, 26 November 2014

News / Megapolitan

Terlibat Tawuran, Polisi Panggil Orangtua dan Pihak Sekolah

Jumat, 19 April 2013 | 13:26 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Orangtua dan pihak sekolah dari 53 pelajar yang terlibat tawuran di Latumenten, Grogol, Jakarta Barat, akan dipanggil Polsektro Tanjung Duren pada siang ini. Pemanggilan tersebut untuk membuat surat pernyataan supaya tidak mengulangi perbuatan tersebut.

"Habis Jumat kami panggil orangtua dan pihak sekolahnya," kata Komisaris Firman Andreanto, Kepala Polsektro Tanjung Duren, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/4/2013).

Dia mengungkapkan, polisi mengamankan 53 siswa tersebut setelah membajak bus Mayasari Bakti B 7294 BK. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (18/4/2013) di Jalan Daan Mogot, Grogol, Jakarta Barat. Ke-53 orang tersebut, kata Firman, merupakan 37 siswa SMK 35, 3 orang dari SMK Tanjung, 2 orang dari SMU 17, nonpelajar, serta masing-masing satu siswa dari SMP al-Mutakin, SMP al-Jihad, SMU Harapan Kasih, SMK PSKD, SMP 54, SMK AA, SMK Muhammadiyah, dan SMK Borobudur.

Polisi juga mengamankan 13 senjata tajam sebagai barang bukti bahwa mereka merencanakan tawuran seusai ujian nasional (UN). Firman mengungkapkan, kepemilikan dari senjata tajam tersebut belum diketahui. Mereka tidak mau mengakui siapa yang membawa barang-barang membahayakan itu, yang antara lain adalah parang, gear motor, dan golok.

Menurut Firman, pemanggilan orangtua dan pihak sekolah guna memberi tahu bahwa anak didik mereka telah berbuat anarki. Mereka sempat diinapkan semalam di kantor polisi supaya mendapat efek jera.

Sebelumnya, polisi mengamankan 53 pelajar karena mencoba membajak bus setelah melakukan aksi tawuran dengan siswa sekolah lain. Selain itu, petugas Pos Polisi Citraland juga mengamankan tiga pelajar dari SMK 53 Cengkareng, Jakarta Barat, dan tujuh siswa Juanda yang terlibat tawuran di Green Mansion seusai ujian nasional kemarin.

Berita terkait, baca:

TAWURAN BERDARAH


Penulis: Alfiyyatur Rohmah
Editor : Hertanto Soebijoto