Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Megapolitan

Jokowi Minta Dokter Lebih Berhati-hati

Selasa, 23 April 2013 | 19:15 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta semua dokter untuk bekerja lebih hati-hati. Hal itu ia lontarkan terkait beberapa kasus dugaan malapraktik yang melibatkan sejumlah dokter dari rumah sakit berbeda.

Menurut Jokowi, kehati-hatian dokter bukan hanya menyangkut kondisi pasiennya. Sikap itu perlu karena posisi masyarakat saat ini lebih terbuka, lebih awas dalam memperhatikan kinerja dokter dalam memberikan layanan kesehatan.

"Semuanya memang harus hati-hati. Dokter harus hati-hati karena saat ini sedang dilihat oleh masyarakat sehingga dalam bekerja itu harus penuh hati-hati," kata Jokowi di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (23/4/2013).

Dalam tiga bulan terakhir, muncul sejumlah berita menyangkut dugaan malapraktik di Jakarta. Kasus dugaan malapraktik itu menimpa Edwin Sihombing, bayi berusia 2,5 bulan, di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, dan pasien bernama Anna Marlina (38) yang meninggal di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.

Pada kasus Edwin, pihak RS Harapan Bunda dan orangtua korban telah menjalin kesepakatan. Edwin akan menjalani operasi plastik pada jarinya yang diamputasi. Biaya pengobatan Edwin ditanggung oleh RS Harapan Bunda. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyimpulkan bahwa tidak ada malapraktik pada kasus tersebut.

Adapun kasus yang menimpa Anna baru dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (22/4/2013) malam. Suami Anna, Pandapotan Manurung (41), melaporkan seorang dokter berinisal BHS di RSUP Persahabatan, yang diduga melakukan tindakan malapraktik hingga menyebabkan Anna meninggal dunia. Anna meninggal dunia seusai menjalani perawatan penyakit tiroid di RS tersebut.

Pandapotan menduga ada kelalaian dalam penanganan istrinya sejak Anna masuk ke RS pada 11 Maret 2013. Setelah menjalani operasi tiroid, Anna tak kunjung sembuh, bahkan merasakan pembengkakan pada leher. Ia mengatakan, dokter BHS sempat memanggilnya dan menjelaskan bahwa kelenjar tiroid pada Anna telah menjadi kanker ganas dan melekat serta melilit saluran makanan dan pernapasan. Anna akhirnya meninggal pada Sabtu (23/3/2013). Belum ada keterangan resmi dari RSUP Persahabatan maupun dokter BHS mengenai kasus ini.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Laksono Hari W