Selasa, 25 November 2014

News / Megapolitan

Siswa SMP Tewas Setelah Terjatuh dari KRL

Selasa, 30 April 2013 | 21:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pelajar kelas II SMP Negeri 130, Jakarta, tewas secara mengenaskan setelah terjatuh dari sambungan gerbong kereta api listrik (KRL) di pelintasan kereta di Bongkaran, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2013) siang.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.30. Saat itu, siswa bernama Gayo Merah Moke itu hendak pulang sekolah menuju rumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan. Pria berusia 14 tahun tersebut pulang dengan menggunakan KRL dari Stasiun Tanah Abang. Karena KRL yang ditumpanginya dalam keadaan penuh penumpang, akhirnya ia mengambil posisi tepat di atas sambungan gerbong kereta.

"Kereta baru berjalan belum ada lima menit, tiba-tiba ia (Gayo) terjeblos dari sambungan kereta itu," kata Kapolsek Metro Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Suyudi Aryo Seto ketika ditemui di Mapolsektro Tanah Abang, Selasa.

Gayo berada di gerbong kedua dari belakang. Ketika terjeblos, tubuh siswa tersebut terlindas oleh gerbong di belakangnya. Badan korban yang masih mengenakan seragam sekolah terseret hingga beberapa meter. Akibat terlindas gerbong kereta, korban tewas secara mengenaskan dengan hampir seluruh tubuh mengalami patah tulang. Satu kakinya terpisah dari bagian tubuhnya.

Melihat kejadian itu, hampir semua penumpang di gerbong tersebut berteriak histeris. Mengetahui ada penumpang yang jatuh, masinis pun segera melaporkan kejadian ini ke stasiun dan polisi.

Petugas Polsek Metro Tanah Abang yang dibantu oleh petugas stasiun segera membawa jenazah Gayo ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Ini murni kecelakaan dalam kereta. Namun, kita masih menunggu adanya hasil otopsi dari rumah sakit untuk memastikannya," kata Suyudi.


Penulis: Zico Nurrashid Priharseno
Editor : Laksono Hari W