Senin, 22 Desember 2014

News / Megapolitan

Pemalsuan

Polisi Bekuk Pengedar Uang Palsu Rp 1,2 Triliun

Selasa, 30 April 2013 | 22:00 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Bogor Kota, Jawa Barat, berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga pelaku pengedar uang palsu senilai Rp 1,2 triliun.

"Pelaku seorang perempuan berinisial UM alias Nuriyah, berusia 46 tahun. Dia merupakan residivis di Penjara Kabupaten Sukabumi," kata Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Bahtiar Ujang Purnama, Selasa (30/4/2013).

Bahtiar menjelaskan, pelaku merupakan penindak penipuan dan penggandaan uang berupa uang palsu dalam bentuk rupiah dan mata uang asing. Uang palsu yang diamankan petugas sebanyak 59.847 lembar uang pecahan rupiah dan asing senilai Rp 1,2 triliun.

Rincian uang palsu yang diamankan terdiri atas 50.549 lembar uang Brasil pecahan 5.000 real dan 400 lembar pecahan 1 real, 153 lembar dollar Singapura pecahan 1.000 dollar, 1.718 lembar rupiah pecahan Rp 100.000, dan 7.000 lembar uang yuan China.

Selain menemukan barang bukti berupa uang senilai Rp 1,2 triliun di kediaman pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa pelat sertifikat dari bank Swiss yang terbuat dari tembaga.

Menurut Kapolres, modus yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya adalah mengaku sebagai perwira tinggi kepolisian berpangkat inspektur jenderal. "Sehari-hari sebenarnya pelaku hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga atau tidak ada pekerjaan," kata Bahtiar.

Pelaku merupakan warga asal Kampung Legok Muncang, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.

Ia menambahkan, pelaku menjalankan aksinya mengedarkan uang palsu di wilayah Kota Bogor dan kota besar lainnya. Kejahatan pelaku sudah dilakukan selama kurun waktu lima tahun. Oleh pelaku, uang tersebut digandakan dan digunakan sebagai alat transaksi.

Penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari salah satu korban bernama Makruri (47), warga Tangerang, yang melaporkan telah ditipu oleh pelaku.

Dalam aksinya, pelaku tidak bertindak seorang diri. Ia bersama suaminya berinisial IN (47) yang menjadi otak kejahatan, serta seorang pelaku lainnya yang diketahui berinisial EAA.

"Kita masih memburu suami pelaku, begitu juga dengan tempat percetakan uang yang diketahui berada di wilayah Jakarta," kata Kapolres.


Editor : Agus Mulyadi
Sumber: