Inilah Kekerasan yang Dilakukan Bos "Perbudakan" di Tangerang - Kompas.com

Inilah Kekerasan yang Dilakukan Bos "Perbudakan" di Tangerang

Robertus Belarminus
Kompas.com - 04/05/2013, 14:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aparat Polresta Tangerang melakukan rekonstruksi kasus "perbudakan" buruh pada sebuah pabrik limbah Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Sabtu (4/5/2013).

Rekonstruksi tidak dilakukan dilokasi melainkan di halaman Mapolresta Tangerang sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Berdasarkan hasil rekonstruksi adegan "perbudakan" itu, kepolisian menguak perbuatan tidak berperikemanusiaan dan sewenang-wenang yang dilakukan pemilik serta para centeng buruh pabrik terhadap para pekerjanya di sana.

"Pemukulan terjadi sejak awal buruh bekerja di tempat usaha tersebut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga dalam keterangannya kepada Kompas.com, Sabtu (4/5/2013) siang.

Shinto mengatakan, ada 83 adegan rekonstruksi. Empat orang sudah menjadi tersangka dalam kasus tersebut, termasuk si pemilik pabrik, Yuki Irawan (41). Tiga tersangka lainnya adalah Tedi Sukarno (35), Sudirman alias Dirman (34), dan Nurdin alias Umar (25). Apa saja bentuk tindakan tidak manusiawi yang dilakukan para tersangka? Berikut esensi hasil rekonstruksi yang disampaikan Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Shinto Silitonga:

1. Tersangka TS (35) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 16 buruh dengan cara memukul dengan tangan, menampar, menendang, menyundutkan rokok, dan siram air panas.

2. Tersangka YI (41) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 13 buruh dengan cara menampar, memukul dengan tangan, dan mendorong kepala.

3. Tersangka S alias D (34) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 4 buruh dengan cara menampar dan memukul kepala dari belakang.

4. Tersangka N alias U (25) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 5 buruh dengan cara memukul dengan tangan, menampar, dan memukul kepala.

Sebelumnya, kepolisian bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) membebaskan penyekapan sekitar 30 buruh pabrik wajan di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak, Tangerang, Banten, Jumat (3/5/2013) sore.

Aktivis Kontras, Syamsul Munir, menjelaskan, awalnya pihaknya menerima pengaduan dari dua orang buruh yang berhasil kabur dari pabrik, yakni Andi (19) dan Junaedi (20). Saat itu, keduanya mengaku diperlakukan tak manusiawi oleh pemilik pabrik. Mereka harus bekerja dari pukul 06.00 WIB sampai tengah malam dengan hanya diberi dua kali makan, bahkan, mereka tak diberi gaji.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisRobertus Belarminus
    EditorBambang Priyo Jatmiko
    Komentar

    Terkini Lainnya

    RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

    RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

    Nasional
    Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

    Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

    Nasional
    KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

    KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

    Megapolitan
    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

    Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

    Megapolitan
    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

    Regional
    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

    Megapolitan
    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

    Nasional
    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

    Nasional
    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

    Regional
    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

    Megapolitan
    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

    Regional
    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

    Regional
    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

    Internasional
    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

    Nasional
    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

    Megapolitan