Jumat, 1 Agustus 2014

News / Megapolitan

Ke Mana Lurah dan Camat yang Tak Lolos Lelang Jabatan?

Minggu, 5 Mei 2013 | 09:46 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo belum memiliki jawaban pasti terkait lurah dan camat yang tak lolos seleksi dan promosi terbuka, atau lelang jabatan. Meski begitu, hal tersebut dianggap wajar karena penempatan peserta yang tak lolos baru bisa dipetakan setelah hasil lelang jabatan diketahui.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengatakan, hasil ujian dalam sistem lelang jabatan akan berguna untuk memetakan kompetensi tiap-tiap kandidat. Entah itu peserta yang telah menjabat sebagai lurah dan camat, atau peserta lain yang saat ini hanya seorang pegawai negeri sipil di sektor tertentu.

"Saya kira wajar ya kalau pak Jokowi belum tahu (lurah dan camat) yang enggak lolos mau dikemanain. Kan nunggu hasilnya dulu, baru bisa dipetakan," kata Andrinof kepada Kompas.com, Minggu (5/5/2013) pagi.

Untuk diketahui, lurah dan camat diwajibkan ikut serta dalam sistem lelang jabatan. Di sisi lain, belum ada keputusan jelas apabila para peserta yang masih menjabat lurah atau camat itu tak lolos seleksi.

Dalam banyak kesempatan, mantan Wali Kota Surakarta tersebut sering menyampaikan bahwa para peserta yang masih menjabat sebagai lurah atau camat seyogianya bisa lolos seleksi. Pasalnya, soal-soal ujian sangat terkait dengan tugas sehari-hari lurah dan camat.

Selain itu, lurah atau camat yang mengikuti lelang jabatan mendapat nilai plus, walau tetap tak akan diistimewakan dalam proses ujiannya. Setelah melewati uji kompetensi bidang yang digelar akhir pekan lalu, 27-28 April 2013, para peserta lelang jabatan akan mengikuti uji kompetensi manajerial pada 6 Mei sampai 11 Juni 2013.

Untuk lolos lelang jabatan, ada tiga hal yang wajib dimiliki oleh para kandidat, yakni responsif pada masalah di lapangan, memiliki kompetensi dan kemampuan analisis sosial, serta memiliki jiwa kepemimpinan.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Ana Shofiana Syatiri