Tempat Penyekapan Dibelakang Rumah Mewah - Kompas.com

Tempat Penyekapan Dibelakang Rumah Mewah

Lasti Kurnia
Kompas.com - 05/05/2013, 14:57 WIB

 TANGERANG, KOMPAS.com- Pabrik kuali milik tersangka Yuki Irawan (41) di Kampung Teluk Bayur Opak, Lebak Wangi, kini disegel Polres Metro Tangerang.

Bangunan terdiri dari tiga unit kelompok besar bangunan, dimana tempat penyekapan justru berada tepat di belakang rumah mewah Yuki.

Rumah milik tersangka Yuki terlihat sangat megah. Bangunan berarsitektur model klasik mediterania berdinding krem itu terdiri dari dua lantai.

Rumah dikelilingi pagar besi dengan tempa berulir berwarna tembaga. Di dalam terdapat area taman dengan paving blok yang tampak digunakan untuk parkir mobil dan area anak bermain.

Sebuah sepeda anak tampak tergeletak di halaman taman tersebut. Siapa menduga, tepat di belakang rumah megah dan cantik tersebut, menempel sebuah bangunan kecil dengan dinding yang tidak diplester.

Bangunan tersebut adalah tempat penyekapan sekitar 30 lebih pekerja yang diperbudak oleh Yuki.

Bagian luar bangunan, ada bale-bale yang tampak digunakan untuk centeng berjaga. Lalu sebelum pintu masuk ke dalam bangunan, terdapat area untuk memasak.

Namun tidak terlihat perangkat untuk makan seperti sendok, garpu, apalagi piring. Masuk ke dalam bangunan tersebut, disebelah kiri terdapat toilet berukuran 1X1,5 meter.

Toilet tersebut gelap; dinding tidak diplester tidak ada bak penampung air kecuali sebuah ember kecil.

Disamping toilet jongkok terdapat satu bungkus sabun colek dan sebuah sikat gigi. Lalu ada selasar kecil yang menghubungkan area pintu masuk ke ruangan yang cukup besar yang tampak digunakan sebagai ruang tidur dan meyekap pekerja.

Ruang tidur itu luasnya sekitar 3X4 meter, tanpa jendela hanya sejumlah lobang udara pada bagian atas tembok. Gelap dan pengap.

Tidak ada fasilitas yang berarti di dalamnya; hanya sebuah kipas, televisi tabung ukuran 14 inch, sejumlah tali dan paku untuk mengantung pakaian.

Di lantai semen yang tergeletak sejumlah tikar yang tampak lusuh. Tikar hanya menutupi bagian lantai yang bersudut pada dinding, sementara sebagian besar lainnya tak bertikar. Inilah ruangan tempat sekitar 30 pekerja tidur dan disekap.

Suasana kelam dan penuh penderitaan terasa pekat saat memasuki bangunan ini. Di salah satu tembok di selasar kecil yang mengubungkan toilet dan kamar terdapat tulisan "sekawan sehidup semati".

Sementara di dalam kamar terdapat tulisan di dinding yang tak kalah menyedihkan. "Budak budak", "Mati Untuk Dikenang", dan "Disini tempatnya Lelaki Sejati".

Tulisan-tulisan yang menjadi gambaran bagaimana selama ini para pekerja hidup dalam penderitaan.

Sungguh merinding saya membaca tulisan-tulisan itu. Mengenaskan, sementara sang pemilik pabrik dan istrinya tepat tinggal di bangunan mewah didepannya.

PenulisLasti Kurnia
EditorTjahja Gunawan Diredja
Komentar

Terkini Lainnya

Pemimpin Hamas Serukan Umat Islam Dunia Gelar Demo Setiap Jumat

Pemimpin Hamas Serukan Umat Islam Dunia Gelar Demo Setiap Jumat

Internasional
KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

Regional
Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Nasional
Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Regional
Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Nasional
65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

Regional
Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Nasional
KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

Nasional
Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Regional
Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nasional
Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Internasional
Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Nasional
Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Nasional
Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Megapolitan
Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM