Selasa, 29 Juli 2014

News / Megapolitan

Kala Jokowi Sedang Tak Ingin Dibuntuti

Rabu, 8 Mei 2013 | 08:42 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak seperti biasa, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melarang para wartawan yang bertugas di Balaikota untuk ikut blusukan bersamanya, Selasa (7/5/2013) sore. Rupanya, pria yang akrab disapa Jokowi itu blusukan ke area Waduk Pluit, Jakarta Utara.

"Saya buka-bukaan saja ya, mendingan jangan ikut dulu. Soalnya mau melihat sekarang di sana sudah bagaimana," ujar Jokowi sebelum pergi meninggalkan kantor Balaikota, Selasa sore.

Wartawan pun mengikuti saran sang gubernur dengan menunggu di gedung Balaikota. Namun, dengan catatan, sekembalinya dari Waduk Pluit, Jokowi harus melaporkan apa yang didapatnya di wilayah Waduk Pluit tersebut kepada wartawan. Sang Gubernur pun mengangguk tanda sepakat. Setelah beberapa jam menunggu, sang Gubernur pun kembali ke kantornya.

"Saya melihat kondisi lapangan saja, seperti apa. Kira-kira delapan ekskavator bergerak terus, kita kejar-kejaran terus kan dengan waktu," ujar Jokowi, santai.

Soal masih ada warga yang bermukim di sekitar Waduk Pluit, Jokowi mengaku tetap bersabar untuk terus melakukan pendekatan terhadap mereka melalui perangkat wali kota, kecamatan dan kelurahan. Meski tak memberikan tenggat waktu, Jokowi berharap secepatnya mereka untuk pindah dari area waduk ke rumah susun.

Seperti diketahui, proses normalisasi Waduk Pluit di Jakarta Utara masih terganjal sejumlah masalah karena masih ada warga yang menolak relokasi. Padahal, Jokowi telah tegas meminta semua warga yang tinggal di area waduk untuk keluar dan direlokasi ke rumah susun.

Beberapa waktu lalu, Jokowi pun membocorkan sedikit situasi di waduk tersebut. Menurutnya, ada pihak ketiga yang mencoba mengganggu jalannya proses relokasi warga dari waduk ke rumah susun. Pihak ketiga tersebut, ujar Jokowi, memiliki daya tawar dengan pemerintah. Oleh sebab itu, Jokowi mengaku harus berhati-hati.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri