Senin, 22 Desember 2014

News / Megapolitan

Jokowi: Soal MRT, Tanya Gue "Aja"

Kamis, 9 Mei 2013 | 15:14 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendukung aksi tutup mulut yang dilakukan direksi PT MRT Jakarta. Hal itu diupayakan agar para direksi fokus mengerjakan proyek transportasi massal berbasis rel atau MRT dan selesai tepat waktu pada 2017.

"Mungkin mereka mau kerja dulu. Nanti kalau ada apa-apa, tanya gue aja," kata Jokowi di Jalan Saharjo, Jakarta, Kamis (9/5/2013).

Menurut Jokowi, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami memiliki sifat pendiam dan jarang memberikan konfirmasi kepada wartawan dan publik sebelum programnya terealisasi. Pada kesempatan lain, Dono Boestami mengatakan, ia bersama tiga direksi lainnya memiliki alasan mengapa jarang memberikan kejelasan informasi keberlanjutan MRT. Sebab, mereka baru bekerja belum genap dua bulan, dari 25 Maret 2013 dan diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.

"Kami hanya manusia biasa, bukan Superman, dan kami diberikan tugas menyelesaikan secepat-cepatnya. Jangan mengejar kami karena kami bukan selebritas dan bukan artis infotainment. Jangan pula hubungi kami pada Sabtu-Minggu," kata Dono.

Dia tidak menginginkan, apabila proyek MRT sudah dibangun, tetapi mandek di tengah jalan seperti halnya yang terjadi pada pembangunan monorel. Untuk diketahui, pada Kamis (2/5/2013) lalu, Pemprov DKI telah melaksanakan soft launching pembangunan MRT di Bundaran Hotel Indonesia.

Pembangunan MRT akan dilakukan dalam tiga paket. Adapun pembangunannya akan dilakukan oleh kontraktor pemenang tender, yakni Wijaya Karya dan Shimizu, Jaya Konstruksi dan Obayashi, serta Hutama Karya dan Sumitomo Mitsui Construction Company.

Pada tahap pertama pembangunan MRT, yakni dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI, jalur MRT akan terpasang sepanjang 15,7 kilometer. Proyek ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,5 triliun.


Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Ana Shofiana Syatiri