Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

Bupati Mandailing Natal Diduga Janjikan Proyek

Rabu, 15 Mei 2013 | 22:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bupati Mandailing (Madina) Natal Hidayat Batubara diduga menjanjikan proyek Bantuan Dana Bawahan (BDB) kepada seorang pengusaha berinisial SP.

Untuk itu, SP diminta memberikan sejumlah fee. Jumlah fee yang diberikan SP untuk mendapatkan proyek-proyek Bantuan Daerah Bawahan ini nilainya mencapai Rp 1 miliar.

"Dari hasil pemeriksaan, diperoleh bahwa pemberian itu diduga berkaitan dengan proyek alokasi Bantuan Dana Bawahan (BDB) dari provinsi kepada Kabupaten Mandailing Natal untuk proyek. Ini akan dilakukan atau diperuntukkan sebuah proyek di Madina. Jadi, kontraktor dijanjikan untuk dapat proyek dalam penggunaan dana BDB ini," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Rabu (12/5/2013).

Kini, KPK masih mendalami dugaan tersebut. Hidayat tengah dalam perjalanan menuju Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, untuk diperiksa lebih jauh setelah tertangkap di suatu tempat di Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/5/2013).

Johan mengatakan, KPK berhasil menangkap Hidayat atas bantuan Kepolisian Daerah Sumut. "Kita berterima kasih kepada Polda Sumut yang membantu dalam upaya pencarian dan pengamanan HIB (Hidayat Batubara)," ujarnya.

Penyidik KPK sempat kehilangan jejak Hidayat saat melakukan operasi tangkap tangan tak jauh dari rumah Bupati itu pada Selasa (14/5/2013). Saat penyidik mendatangi rumah Hidayat di Jalan Sei Asahan, Nomor 76, Medan, Sumatera Utara, yang bersangkutan tidak ditemukan.

Beberapa saat sebelumnya, penyidik KPK menangkap SP dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berinisial KRL. SP dan KRL tertangkap di lokasi yang tidak jauh dari rumah Hidayat sekitar pukul 12.00 WIB waktu setempat.

Diduga, sebelumnya ada pertemuan antara SP dan Bupati Mandailing di kediaman SP tersebut. Menurut Johan, dari hasil pemeriksaan SP dan KRL, diduga ada transaksi uang Rp 1 miliar. Penyidik KPK pun menemukan uang Rp 1 miliar yang dibungkus plastik dalam lemari filling cabinet di rumah Hidayat.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Tri Wahono