Minggu, 26 Oktober 2014

News / Megapolitan

Basuki: Komnas HAM Urus Dong Remaja Waduk Pluit Jual Diri

Jumat, 17 Mei 2013 | 11:01 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta supaya Komnas HAM melindungi hak asasi manusia remaja berusia 16 tahun di kawasan Muara Baru yang menjual diri. Hal tersebut lebih penting dibandingkan membela pengusaha yang menolak pindah dari bantaran Waduk Pluit.

"Kita temukan kasus 16 tahun jadi PSK. Tinggal di daerah Muara Baru, mulai jual diri 2013 awal. Ini yang harusnya dilindungi HAM," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Basuki mengungkapkan, kalau permukiman kumuh terus dibiarkan, anak-anak remaja yang menjual diri akan terus bertambah karena tidak terkontrol. Mereka tidak bisa sekolah dan memilih untuk menjual diri.

Basuki mengaku memiliki bukti kalau anak tersebut benar menjual diri dan tertangkap oleh dinas sosial di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Orangtua anak tersebut, kata dia, mendatangi kantor Balaikota untuk menanyakan kenapa anaknya belum dikeluarkan dari panti sosial Kedoya. Setelah dikroscek, ternyata anak tersebut tertangkap karena menjual diri di kawasan Gajah Mada.

"Itu baru satu yang ketemu. Saya yakin banyak sekali anak-anak seperti itu. Itu Komnas HAM urus dong. Itu melanggar HAM," kata Basuki.

Basuki mengungkapkan, hal tersebut terjadi karena mereka tinggal tidak di tempat yang layak. Situasi inilah yang dihadapi oleh DKI sehingga penataan kota dari rumah kumuh menjadi rumah susun menjadi prioritas yang diutamakan oleh pemerintah daerah.

Sebelumnya, Basuki mengatakan kalau Komnas HAM kurang memahami makna hak asasi manusia. Mereka membela pengusaha-pengusaha di bantaran Waduk Pluit yang memiliki banyak rumah sewaan.


Penulis: Alfiyyatur Rohmah
Editor : Ana Shofiana Syatiri