Pembunuhan Yogi dan Okta, Balasan Kematian Obed - Kompas.com

Pembunuhan Yogi dan Okta, Balasan Kematian Obed

Robertus Belarminus
Kompas.com - 18/05/2013, 05:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aparat Polresta Tangerang menetapkan 6 tersangka kasus pembunuhan Yogi (22) dan Okta (22). Keduanya adalah korban tewas dari kelompok Lampung dalam keributan antarkelompok pemuda di lokasi karaoke Locus, Desa Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (13/5/2013) malam.

Kematian kedua korban diduga merupakan aksi balasan atas kematian Obed Misa yang merupakan kelompok Kupang dalam kejadian yang sama. "Motifnya aksi balasan atas matinya Obed Misa di depan ruko Jamsostek Citra," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (17/5/2013).

Enam tersangka yang ditangkap adalah Eki Souhali (27), Damianus Morasa (25), Fransiscus Reyaan (23), Aldo Willyam (22), Rico Saihuteru (32), dan Andre Lekatompessy (25). Shinto mengatakan, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan terungkap bahwa Eki Souhali berperan membacok kepala Yogi. Demianus Morasa memukul wajah Yogi. Fransiscus Reyaan membacok kepala belakang Yogi.

Yogi dibunuh para tersangka sekitar pukul 01.20 WIB, Selasa (14/5/2013), di Taman Pulau depan KFC Citra, Cikupa, Tangerang. Hampir dua jam berselang, tiga tersangka lainnya mendapati Okta. Seperti halnya Yogi, Okta juga kemudian dibunuh di belakang rumah makan Bandung Boga Rasa, Citra Raya. Mereka yang menghabisi Okta yakni Aldo Willyam yang berperan menikam, Rico Saihuteru mengayunkan golok, dan Andre Lekatompessy memukul Okta.         

Shinto mengatakan masih ada enam pelaku lain terlibat dalam kasus ini. Mereka berinisial Y, G, R, E, B, dan C, sudah dinyatakan buron. "Imbauan kepada pada DPO agar segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat," ujar Shinto.

Barang Bukti yang disita petugas dari enam tersangka yang ditangkap yakni 3 bilah golok, 5 unit handphone, baju Yogi dan Okta, serta baju para tersangka. Mereka disangkakan secara bersama-sama melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, pembunuhan, penganiayaan berat, pengeroyokan, dan penghasutan yang mengakibatkan meninggalnya Yogi dan Okta, sebagaimana ketentuan Pasal 340, 338, 351 Ayat (3), 170 Ayat (3), 160, dan 55 Ayat (1) angka 1 KUHP.

Shinto juga mengimbau agar tidak ada aksi lagi atas nama kelompok masing-masing. "Berani bertindak maka Polresta Tangerang akan segera melakukan tindakan tegas, hukum harus tegak kepada siapa saja!" tegas Shinto.

 

PenulisRobertus Belarminus
EditorPalupi Annisa Auliani
Komentar

Terkini Lainnya

Pemimpin Hamas Serukan Umat Islam Dunia Gelar Demo Setiap Jumat

Pemimpin Hamas Serukan Umat Islam Dunia Gelar Demo Setiap Jumat

Internasional
KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

Regional
Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

Nasional
Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

Regional
Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

Nasional
65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

Regional
Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

Nasional
KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

Nasional
Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

Regional
Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

Nasional
Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

Internasional
Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

Nasional
Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Nasional
Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

Megapolitan
Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM