Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Megapolitan

Senin, Bangunan Pengusaha di Tepi Waduk Pluit Dibongkar

Minggu, 19 Mei 2013 | 17:41 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa bangunan milik pengusaha yang berada di tepian Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara rencananya akan diratakan atau dibongkar pada Senin (20/5/2013).

Mulai hari ini sendiri, Minggu (19/5/2013) terlihat pekerja sudah melakukan pembongkaran dan merapikan perkakas sebelum lokasi tersebut disterilkan dari bangunan apapun.

"Hari Senin kita akan lakukan pembongkaran paksa ya, kalau mereka tidak mau dibongkar. Termasuk lokasi lapangan futsal dan alat berat," kata Heriyanto Koordinator Program Normalisasi Kawasan Waduk Pluit, kepada Kompas.com, Minggu (20/5/2013).

Heriyanto menuturkan, bangunan yang dibongkar seperti milik pengusaha alat berat Tedy dengan luas lahan 6.000 meter persegi. Kemudian milik Johanes dengan luas lahan sekitar 6.000 meter persegi.

Menurutnya tidak ada ganti rugi yang diberikan lantaran lahan tersebut merupakan milik pemerintah. Namun, dalam hal ini Heriyanto mengatakan beberapa pengusaha sudah mulai kooperatif dan memahami untuk dibongkar tempat usahanya.

Hal tersebut menurutnya bagian dari kepentingan untuk menangkal banjir dan mensterilkan kawasan Waduk Pluit.

"Keberadaan bangunan di lahan Waduk Pluit tidak diperbolehkan. Kita akan kembalikan fungsinya untuk taman-taman, atau untuk kepentingan waduk. Sebelum dilaksanakan hari Senin, hari Minggu ini sudah dibuka. Ini bagian dari kepentingan masyarakat banyak dalam mengatasi banjir," ujar Heriyanto.

Sementara itu, terkait banyaknya lokasi pemukiman warga yang berada ditepian Waduk Pluit, Heriyanto menuturkan relokasi memerlukan waktu karena banyaknya warga di sana yang bermukim di tepian Waduk Pluit.

"Yang di sana belum dibongkar. Ada 7.000 rumah, 17.000 KK. Karena Pak Gubernur statement-nya, kan, 2 tahun selesai semua (direlokasi), jadi masih harus menyediakan lokasi rumah susun yang banyak," ujar Heriyanto.

Sebelumnya, bangunan milik pengusaha itu akan dibongkar paksa karena Pemprov DKI Jakarta sudah memberikan waktu yang cukup lama kepada pengusaha-pengusaha tersebut. Dinas P2B pun telah memberikan SP (Surat Peringatan) 4 kepada pengusaha di bantaran Waduk Pluit.

Pada hari ini sendiri, berdasarkan pantauan Kompas.com, para pekerja sudah mulai membuka atas penutup lokasi lapangan futsal yang berada di tepian Waduk Pluit.

Selain itu, ada pula lokasi usaha alat berat, di mana perkakas yang terkumpul di depan tempat usaha tersebut sudah mulai diangkut dan dipindahkan dengan truk.

Sementara itu, alat berat beko juga terlihat melakukan pengerukan lumpur dan sampah yang ada di sekitar lokasi tepian Waduk Pluit.


Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Tri Wahono