Nh Potong Kelamin AM karena Disetubuhi Korban - Kompas.com

Nh Potong Kelamin AM karena Disetubuhi Korban

Ratih Prahesti Sudarsono
Kompas.com - 21/05/2013, 13:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nh (22) memotong kelamin AM karena kesal dua kali disetubuhi oleh korban. Perempuan single itu kini menjadi tahanan Polsek Pamulang.

"Nh dikenakan Pasal 351 Ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Pelaku menyesal. Korban sendiri sampai saat ini belum diperiksa resmi oleh penyidik," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (21/5/2013).

Menurut Rikwanto, pelaku dan korban bukan sepasang kekasih. Keduanya kenal empat bulan lalu melalui komunikasi telepon.

Pada Senin (13/5/2013) sore, keduanya untuk pertama kali bertemu muka, yang berujung pada kasus pemotongan kelamin AM pada Selasa (14/5/2013) dini hari.

"Baru pertama kali bertemu itu, korban dibawa ke wilayah Bogor yang tidak diketahui pelaku. Lalu di dua lokasi korban memaksa melakukan hubungan badan. Pelaku mengaku menolak. Tetapi karena ketakutan ditinggal, akhirnya pelaku bersedia. Namun, dalam hatinya sangat kesal dan marah," tutur Rikwanto.

Mengenai senjata tajam yang digunakan pelaku, menurut Rikwanto, benda itu didapat oleh pelaku saat keduanya makan nasi goreng di daerah Lamtoro, Pamulang. 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisRatih Prahesti Sudarsono
    EditorTjahja Gunawan Diredja

    Terkini Lainnya

    Pemimpin Hamas Serukan Umat Islam Dunia Gelar Demo Setiap Jumat

    Pemimpin Hamas Serukan Umat Islam Dunia Gelar Demo Setiap Jumat

    Internasional
    KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

    KLHK Temukan 34 Nama Rumah Sakit dan Klinik dari Tumpukan Limbah Medis

    Regional
    Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

    Gunung Agung Erupsi, Aktivitas Bantaran Sungai pun Mati

    Nasional
    Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

    Petugas Kebersihan Bendungan Tercebur, Keberadaannya Masih Ditelusuri

    Regional
    Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

    Jawaban KPK Terkait Hilangnya Tiga Nama Politisi PDI-P di Dakwaan Novanto

    Nasional
    65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

    65 Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi

    Regional
    Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

    Mengintip Kehidupan Pengungsi yang Terdampak Erupsi Gunung Agung

    Nasional
    KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

    KPK Dalami Kontrak Jasa Konsultasi dan Pembayaran Komisi di Kasus Suap Dirut Garuda

    Nasional
    Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

    Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas di Flores yang Hidup Sendiri

    Regional
    Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

    Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award

    Nasional
    Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

    Belgia Resmi Tutup Kasus Ekstradisi Pemimpin Tersingkir Catalonia

    Internasional
    Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

    Banding PKS Ditolak, Fahri Hamzah Tegaskan Posisinya Tak Bisa Diganggu

    Nasional
    Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

    Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

    Nasional
    Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

    Anies Tak Berkomentar soal Wacana Pemindahan Ibu Kota

    Megapolitan
    Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

    Tepis Isu SARA pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil Disarankan Cari Pendamping dari Santri

    Regional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM