Parah, Tingkat Pencemaran Waduk Pluit - Kompas.com

Parah, Tingkat Pencemaran Waduk Pluit

Adrian Fajriansyah
Kompas.com - 23/05/2013, 13:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya Perusahaan Air Minum DKI Jakarta (PAM Jaya) untuk menyuling air Waduk Pluit menjadi air bersih terhambat. Sebab, tingkat pencemaran Waduk Pluit sangat parah.

Demikian kata Sabudin, salah seorang staf PAM Jaya, saat ditemui Kompas di Rumah Susun Sewa Waduk Pluit (Muara Baru), Jakarta Utara, Kamis (23/5/2013).

"Sudah tiga hari kami di sini untuk menyuling air Waduk Pluit menjadi air bersih untuk kebutuhan warga di Rusun Waduk Pluit. Namun, hingga kini kami baru bisa mencapai tingkat kejernian air. Dari baunya, air sulingan itu masih berbau menyengat," ujar Sabudin.

Tujuan penyulingan air Waduk Pluit menjadi air bersih untuk keperluan warga di Rusun Waduk Pluit. Pasalnya, hingga sekarang di Rusun Waduk Pluit belum ada instalasi air bersih.

Sabudin menjelaskan, pihaknya baru pertama kali menyuling air dari waduk untuk dijadikan air bersih. Beberapa bulan yang lalu saat terjadi banjir di Jakarta, pihaknya pernah menyuling air banjir menjadi air bersih.

Upaya itu bisa dilakukan dalam satu hari atau sekali percobaan.

Berdasarkan pantauan Kompas, air Waduk Pluit berwarna hitam pekat, berbau tak sedap, dan dipenuhi sampah. Melihat kondisi itu, wajar bila upaya penyulingannya sedikit merepotkan.

Sabudin menuturkan, nanti bila air hasil sulingan itu telah memenuhi standar air bersih, air itu bisa dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, masak, dan minum.

"Air bersih itu standar pH sekitar 7,5 dan sisa klorin sekitar 0,2. Nantinya, bila air tersebut sudah memenuhi tingkat kejernihan dan tidak berbau, kami akan uji di laboratorium untuk memenuhi standar pH dan sisa klorin untuk air bersih. Bila semuanya terpenuhi, barulah air itu bisa digunakan warga," ujar Sabudin.

Sementara itu, untuk keamanan, pihak PAM Jaya membawa kembali perangkat instalasi pengelolaan air minum/bersih atau WTP/IPA micro hydraulic mobile.

Sebab, beberapa hari lalu, pipa penyambung instalasi air dari Waduk Pluit ke perangkat itu hilang dipotong. PAM Jaya bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyediakan perangkat itu.

 

PenulisAdrian Fajriansyah
EditorTjahja Gunawan Diredja
Komentar

Terkini Lainnya

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Regional
Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Megapolitan
Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Internasional
Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Regional
Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Regional
Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Regional
Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Nasional
Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Megapolitan
Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko 'Online'

Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

Nasional
Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Megapolitan
'Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?'

"Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?"

Nasional
Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Megapolitan
Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Nasional
Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja 'Online'

Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM