Kamis, 17 April 2014

News / Megapolitan

Pabrik Narkoba Kalideres Dikendalikan dari LP Cipinang

Rabu, 12 Juni 2013 | 21:55 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah mengungkap pabrik pembuatan narkoba di kompleks perumahan mewah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, dan menangkap seorang pelaku berinisial R, aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pengembangan kasus.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap R yang tertangkap, diketahui bahwa pengendali pabrik narkoba di perumahan mewah di Kalideres, Jakarta Barat, itu dilakukan seorang narapidana di balik bui Lapas Cipinang, Jakarta Timur. "Yang bersangkutan (R) diperintah narapidana yang saat ini ada di LP Cipinang dengan inisial N," kata Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Benny Mamoto, di lokasi pabrik pembuatan narkoba, di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (12/6/2013) malam.

Benny menuturkan, R yang ditangkap mengaku mendapat panggilan kerja dari N yang merupakan atasannya terdahulu. R mengaku beberapa kali diminta oleh N untuk mengantar dan mengambil barang yang diduga kuat sebagai prekursor narkotika. R juga diperintah N untuk mengurus transaksi sewa rumah yang digunakan sebagai pabrik gelap pembuatan narkoba itu.

Komunikasi antara R dengan N yang ada di balik bui Lapas Cipinang, Jakarta Timur, dilakukan dengan menggunakan alat komunikasi HP. "Kita akan mengambil N (dari Cipinang) malam ini segera," ujar Benny.

Benny juga mengingatkan bahwa N adalah pelaku penembak bus transjakarta di Jalan Pluit Permai Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu 15 Januari 2011 silam. Tembakan itu dia letuskan N karena merasa terhalang oleh bus transjakarta yang sedang menurunkan penumpang di halte.

Saat itu, N tengah menyerobot masuk jalur transjakarta di lokasi. Beberapa jam setelah itu, N ditangkap polisi di rumahnya di perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dari tangan tersangka, juga didapati senjata api dan 1.600 butir ekstasi.

"Selanjutnya, kami akan mengembangkan dalam hal proses pembuatan mesin serta barang barang bukti diperoleh dari mana. Untuk R sendiri sementara dia masih ungkap jawaban yang tidak jujur. Saya yakin dengan 'mengambil' N, kasus ini akan berkembang luas lagi," ujar Benny.

Sebelumnya, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti 4.245,4 gram serbuk narkotika dan 85 butir tablet methamphetamine di lokasi pengungkapan pabrik gelap pembuatan narkoba di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Selain itu, petugas juga menyita beberapa barang bukti yang diduga digunakan untuk proses pembuatan narkoba. Petugas mengamankan seorang pria berinisial R dan mengetahui pelaku berinisial N pengendali pabrik barang haram tersebut. Tiga orang buronan lain dalam kasus itu masih dalam pengejaran petugas.


Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Bambang Priyo Jatmiko