Jumat, 22 Agustus 2014

News / Megapolitan

Ganti Rugi Terlalu Murah, Warga Ulujami Tolak Pembebasan Lahan

Selasa, 25 Juni 2013 | 18:28 WIB
KOMPAS.com/ALSADAD RUDI Suasana musyawarah antara warga Ulujami dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Selatan di Kantor Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013). Musyawarah digelar dalam rangka membahas harga ganti rugi pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Pesanggrahan.

JAKARTA, KOMPAS.com —Warga Kelurahan Ulujami tidak menyetujui penawaran harga ganti rugi lahan yang diajukan oleh Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Selatan untuk pembebasan lahan normalisasi Sungai Pesanggrahan. Warga menilai harga yang ditawarkan masih terlalu rendah.

Hal itu disampaikan oleh 45 orang perwakilan warga Ulujami yang hadir dalam pertemuan dengan P2T Jaksel di Kantor Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013). Warga menolak pembebasan lahan dengan nilai ganti sebesar nilai jual obyek pajak (NJOP).

"Masing-masing tanah di lingkungan RT kami saja berbeda NJOP-nya, dari Rp 1,1 juta hingga 1,4 juta," kata Ketua RT 08/RW 07 Ulujami Karsan (63).

Karsan mengatakan, warga menginginkan agar harga ganti rugi di dalam satu permukiman disamaratakan, yaitu sebesar Rp 1,5 juta per meter persegi. Hal serupa juga diutarakan oleh salah seorang warga RT 10/RW 05, Didin (50). Didin tidak puas dengan hasil inventarisasi yang dilakukan tim P2T terhadap lahannya.

"Tanah saya 445 meter persegi hanya dihargai NJOP Rp 1,3 juta per meter. Saya ingin Rp 1,5 juta per meter persegi dan inventarisasi ulang karena ada bangunan yang belum dihitung," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris P2T Jakarta Selatan Shita Damayanti mengatakan bahwa warga memiliki hak untuk menolak hasil musyawarah penawaran harga tahap pertama ini. Ia mengatakan, P2T akan melakukan inventarisasi ulang dan penawaran harga lanjutan.

"Tapi untuk yang setuju, langsung kita proses untuk pembayaran segera," kata Shita.

Kelurahan Ulujami merupakan salah satu wilayah di Jakarta Selatan yang dilakukan proses musyawarah penawaran harga untuk normalisasi sungai. Ada 45 bidang dengan luas 4 hektar yang rencananya dibebaskan di wilayah tersebut.

Normalisasi sungai-sungai besar yang melewati Kota Jakarta terus dilakukan sebagai langkah membebaskan Ibu Kota dari ancaman banjir. Dampaknya, beberapa permukiman warga, terutama yang berada di pinggir sungai, mau tidak mau terkena proyek normalisasi sungai.


Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Laksono Hari Wiwoho