Selasa, 25 November 2014

News / Megapolitan

Jokowi: Proyek Enam Tol Dalam Kota Setelah MRT dan Monorel

Minggu, 21 Juli 2013 | 15:54 WIB
Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar public hearing di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa (15/1/2013). Public hearing ini adalah dalam rangka mendengarkan pemaparan enam ruas tol dalam kota oleh PT Jakarta Tollroad Development dan komentar oleh publik. Dalam public hearing ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, dan pihak pengamat dan pakar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku masih mengalkulasi pelaksanaan megaproyek enam ruas tol dalam kota. Meskipun, ia telah menyelenggarakan public hearing bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dan pihak investor, PT Jakarta Tollroad Development Frans Sunito, Jokowi masih berani memutuskan nasib proyek tersebut.

"Belum, Masih dikalkulasi," kata Jokowi di Taman Suropati, Jakarta, Minggu (21/7/2013).

Jokowi mengatakan, setelah megaproyek transportasi massal berbasis rel, Monorel dan Mass Rapid Transit (MRT) pelaksanaannya lancar, ia baru akan memikirkan untuk memutuskan nasib proyek enam ruas tol dalam kota. Lebih lanjut, ia menyebutkan kalau pihak Kementerian PU tidak memberikan dateline kepadanya untuk dapat memutuskan berjalannya megaproyek senilai Rp 42 triliun itu.

"Sebenarnya banyak proyek kita yang belum rampung, seperti tol Jorr W2, jalan Cakung-Cilincing, dan lainnya semuanya masih dalam proses," kata Jokowi.

Saat wartawan mencoba bertanya terkait kemungkinannya untuk membangunan menjadi dua ruas tol saja, Jokowi membantahnya. "Siapa yang bilang? Siapa yang memutuskan? Belum diputuskan," kata Jokowi.

Padahal, beberapa bulan lalu, ia sempat mengutarakan kalau proyek itu telah mengerucut menjadi dua ruas tol saja, yakni Sunter-Semanan dan Semanan-Pulo Gebang.

Saat itu, ia menilai pembangunan dua ruas tol, Sunter-Semanan dan Semanan-Pulo Gebang, mampu memecah kemacetan di Ibu Kota. Pasalnya, jalur logistik yang diangkut oleh truk besar dan kontainer bisa langsung memiliki akses ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Megaproyek yang telah digagas sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Sutiyoso, dibagi dalam empat tahap yang rencananya selesai pada 2022. Pada tahap pertama akan dibangun ruas Semanan-Sunter sepanjang 20,23 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan Koridor Sunter-Pulo Gebang sepanjang 9,44 kilometer senilai Rp 7,37 triliun.

Pada tahap kedua, dilakukan pembangunan ruas Tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.

Tahap ketiga meliputi pembangunan ruas tol koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,70 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Pada tahap terakhir akan dibangun ruas tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun.

Total panjang ruas enam tol dalam kota adalah sepanjang 69,77 kilometer. Jika sudah selesai, keenam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT JTD, tetapi tarifnya akan terpisah dari tol lingkar luar.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Ana Shofiana Syatiri