Kamis, 24 Juli 2014

News / Megapolitan

Derita Korban Banjir Kampung Pulo

Selasa, 23 Juli 2013 | 09:02 WIB
Kompas.com/Robertus Belarminus Remaja Kampung Pulo Jatinegara, Jakarta Timur, terlibat bentrokan antarkelompok pemuda. Bentrokan kembali meluas dengan petugas kepolisan yang berusaha menghalau. Selasa (23/7/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir akibat hujan deras di hulu Sungai Ciliwung membuat sebagian besar warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mesti terjaga dari tidur lelap hingga pagi hari. Tak hanya itu, sebagian dari mereka yang tempat tinggalnya direndam banjir pada ketinggian membahayakan pun mesti mengungsi.

Sebagian dari mereka ada yang tidur di tepi Jalan Jatinegara Barat, depan Pasar Jatinegara. Sahrul (54), misalnya, warga RT 10 RW 02 Kampung Pulo, ini mesti mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumahnya, Selasa (23/7/2013) sekitar pukul 02.30 WIB. Ia beserta keluarga mengungsi di tempat teman lantaran tempat tinggalnya terendam banjir.

"Di rumah airnya deres, malah kenceng setinggi betis. Sekarang ditempat temen, udah enggak kuat saya dinginnya. Ini kirain udah surut, enggak tahunya belum," kata Sahrul kepada Kompas.com, Selasa dini hari.

Berbagai aktivitas kegiatan warga pun menjadi terganggu akibat banjir kali ini. Sudah sering lokasi tempat tinggal mereka harus terendam banjir ketika debit air Sungai Ciliwung meluap. Di bulan puasa kali ini saja, kegiatan ibadah pun mesti terganggu dengan adanya musibah tersebut.

"Jadi keganggu semua, ya usaha, tidur. Orang saya mau tarawih tadi jadi enggak tarawih, mushalanya kerendem," kata Adeng (52), warga RT 06 RW 02, Kampung Pulo lainnya itu.

Adeng menuturkan, banjir yang menerpa wilayah Kampung Pulo saat ini sudah bukan musiman lagi. Apabila hujan turun dalam sehari saja, air di permukaan Sungai Ciliwung itu sudah naik merendam rumah warga. Perubahan alam itu menurutnya sudah jauh berbeda dirasakan ketika dirinya masih kecil.

"Sekarang udah enggak pake tiap tahun, tiap hujan, naik aja tuh. Udah dangkal kalinya," ucap Adeng.

Sementara Ibong (58), pedagang yang mengontrak di dalam Gang IV RT 03 RW 07 Kampung Pulo, mengungsi dengan tidur di tepian Jalan Jatinegara Barat, depan Pasar Jatinegara. Ibong yang kesehariannya menjadi pedagang ikan keliling di dalam pasar itu terpaksa terjaga berselimut dinginnya malam bersama beberapa teman satu kontrakannya.

"Sekarang mau turun ke kontrakan udah enggak bisa. Dulu juga gitu, udah sering kayak gini, terkadang sampai ke loteng jadi bantal sama baju dibuangin saja semua kena lumpur. Tiap tahunlah di sini kena terus. Enggak bisa turun," ujar warga asli Sukabumi ini.

Sebagian besar warga juga menjalankan sahur dengan kondisi rumah mereka yang terendam banjir. Bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) terlihat datang dan dibagikan oleh beberapa petugas hansip dan dibantu warga lainnya untuk persiapan ibadah sahur warga. Bantuan makanan jadi yang diberikan berupa makanan kotak.

Pantauan Kompas.com, hingga Selasa dini hari, situasi di lorong jalan setapak permukiman rumah warga, sejumlah warga berjaga di depan rumah mereka. Banyak warga masih terlihat berlalu lintas di sekitar lokasi.

Rumah Sakit Hermina, tak jauh dari tempat tinggal warga, menjadi lokasi pengungsi di area parkir. Ratusan kendaraan bermotor warga terlihat diparkir depan area Jalan Jatinegara Barat.

Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Ana Shofiana Syatiri