Rabu, 26 November 2014

News / Megapolitan

Rencananya Stasiun Tanah Abang Khusus untuk KRL, Stasiun Angke Non-KRL

Rabu, 24 Juli 2013 | 06:27 WIB
Andy Riza Hidayat ILUSTRASI: Penumpang kereta rel listrik (KRL) ekonomi.
JAKARTA, KOMPAS.com — Beban Stasiun Tanah Abang dinilai terlalu berat karena harus melayani KRL Jabodetabek dan KA lokal barat. Kondisi ini dinilai sebagai penyebab kerapnya terjadi penumpukan penumpang di stasiun tersebut, terlebih setelah pemberlakuan tarif progresif KRL. Ke depan, KA lokal barat tak akan lagi berhenti di stasiun ini.

"(Karenanya) Stasiun Tanah Abang nantinya hanya akan melayani KRL," ungkap Kepala Humas PT KAI Daops I Sukendar Mulya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/7/2013). Menurut dia, selain membeludaknya jumlah penumpang, fungsi ganda stasiun Tanah Abang juga menyebabkan sering terjadinya bentrok kedatangan kereta antardua layanan.

Bila rencana tersebut terealisasi, kata Sukendar, maka layanan KA lokal barat sepenuhnya akan dialihkan ke Stasiun Angke di Jakarta Barat. "Sebaliknya Stasiun Angke tidak akan melayani KRL lagi, jadi hanya untuk KA lokal barat. Fungsi Stasiun Angke sama seperti Stasiun Senen dan Gambir," ungkapnya.

Saat ini, Stasiun Angke sedang dalam tahap perbaikan. Apabila perbaikan rampung, kata Sukendar, kereta "antarkota" jarak pendek, seperti tujuan Rangkasbitung, Serang, dan Merak, akan dilayani di Stasiun Angke. Targetnya, rencana "pembagian beban" stasiun akan dilaksanakan sebelum Lebaran tahun ini, sekaligus mendukung angkutan Lebaran.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Palupi Annisa Auliani