Kamis, 31 Juli 2014

News / Megapolitan

Polisi Selidiki Isi Paket "Bom Ekayana" yang Gagal Meledak

Senin, 5 Agustus 2013 | 00:40 WIB
KOMPAS.COM/ FABIAN JANUARIUS KUWADO Suasana Vihara Ekayana, Duri Kepa, Jakarta Barat. Vihara ini terkena ledakan bom pada Minggu (4/8/2013) sekitar pukul 19.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di Vihara Ekayana Arama, Minggu (4/8/2013) malam. Dari dua paket peledak yang ditemukan di vihara, satu paket dipastikan tidak meledak. Tim penjinak dari Gegana Polda Metro Jaya masih meneliti isi paket yang gagal meledak tersebut.

"Ada satu yang belum meledak itu, di sana ada bahan-bahan. Apa saja bahan-bahannya, ini masih kami teliti," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Sutarman, di lokasi ledakan, Senin (5/8/2013) dini hari. Dia menjelaskan, satu paket diletakkan di dekat pintu kaca, meledak, dan memecahkan kaca di pintu itu. Sementara satu paket lain tidak meledak, meski mengeluarkan asap.

Korban luka dalam insiden ini adalah umat vihara yang terkena serpihan kaca dari salah satu ledakan itu. "Kami masih terus menyisir barang-barang bukti yang kami temukan. Yang jelas ini bahan peledaknya kecil sekali," imbuh Sutarman.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto dalam keterangan yang diterima Kompas.com, menyatakan ada dua bom yang diletakkan di vihara tersebut. Namun, hanya satu yang meledak.

"Kantong plastik pertama warna hijau terletak di dalam wihara dan kantong plastik kedua warna kuning terletak di luar halaman vihara. Yang meledak yang warna hijau," ujar Rikwanto. Benda yang meledak berisi telepon genggam, serpihan besi, kabel, dan baterai berbentuk persegi.

Saat ini semua barang-barang tersebut dicelupkan ke dalam air dan ditaruh di dalam ember plastik berwarna kuning. Dari ledakan tersebut tersebar banyak gotri dan paku.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Sabrina Asril
Editor : Palupi Annisa Auliani