Jumat, 24 Oktober 2014

News / Megapolitan

Bangun Gedung Tertinggi di Indonesia, Pertamina Minta Izin Jokowi

Kamis, 22 Agustus 2013 | 16:50 WIB
KOMPAS/RIZA FATHONI Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ny Ani Yudhoyono (kedua dari kiri) didampingi Menteri ESDM Jero Wacik, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan (kiri ke kanan) mengamati miniatur kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di atas KRI Makassar saat acara peresmian fasilitas FSRU tersebut di Teluk Jakarta, Jakarta Utara, Kamis (6/12/2012). Presiden meresmikan delapan proyek unggulan Pertamina dengan nilai total investasi 15,8 miliar Dollar AS yang diharapkan dapat memperkokoh fondasi perusahaan untuk mencapai visi World Class Energy Company and Asia Energy Champion pada tahun 2025.

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balaikota Jakarta, Kamis (22/8/2013) sore. Kedatangannya untuk meminta izin pembangunan Pertamina Tower di Jakarta yang bakal menjadi gedung tertinggi di Indonesia.

"Kita ingin membangun satu iconic building, saya ke sini untuk izin ke Pak Jokowi," ujarnya kepada wartawan seusai pertemuan tertutup tersebut.

Karen menjelaskan, groundbreaking atau peletakan batu pertama gedung dengan 99 lantai tersebut akan dimulai pada September 2013. Ia berharap momen bersejarah itu juga dihadiri oleh Jokowi.

"Peruntukannya sebagai kantor Pertamina pusat ada di sana," katanya.

Pertamina membangun gedung pencakar langit itu di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Tinggi gedung diperkirakan mencapai 400 meter. Gedung dengan nama Pertamina Tower itu akan menjadi ikon Pertamina sekaligus Jakarta.

Pada saat meresmikan pembangunan proyek-proyek Pertamina beberapa waktu lalu, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menyatakan mendukung penuh dan berharap Pertamina Tower bisa selesai dalam waktu 1,5 tahun semenjak peletakan batu pertama.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Laksono Hari Wiwoho