Rabu, 3 September 2014

News / Megapolitan

Didemo, Lurah Lenteng Agung: Mereka Warga Saya...

Rabu, 28 Agustus 2013 | 11:46 WIB
KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTI Sekitar 100 warga yang merupakan warga Kelurahan Lenteng Agung melakukan demonstrasi di depan Kantor Lurah Lenteng Agung. Mereka merasa kerja keras mereka selama 2 bulan dalam permintaan penggantian Lurah, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli, menanggapi baik aksi demo sekelompok orang yang mengaku warga Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Menurutnya, mereka adalah warganya.

"Mereka itu kan warga saya, menyalurkan aspirasi silakan saja. Saya hanya melaksanakan tugas saja sesuai dengan SK," ujar Susan saat ditemui di Kantor Kelurahan Lenteng Agung, Rabu (28/8/2013).

Saat ditanya lebih lanjut terkait aksi penolakan terhadap dirinya, Susan enggan berkomentar lebih lanjut. Ia menyebut hal tersebut bukan wewenang dirinya.

"Kalau itu bukan wewenang saya. Saya cuma kerja saja di sini. Itu kan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur (mengangkat lurah), saya hanya bekerja saja dan melayani," tuturnrya.

Terkait pernyataan massa aksi yang mengatakan lurah baru akan mengalami keterbatasan menjalankan kegiatan silaturahim dengan warga karena berbeda keyakinan, Susan menyebut hal tersebut bukan masalah mengingat masih ada wakil dan staf kelurahan yang dapat mewakilinya menghadiri acara keagamaan bersama warga.

"Saya kan punya wakil. Misalnya saya gak bisa datang karena saya non-Muslim, saya punya wakil, staf, yang bisa mewakili saya," katanya.

Sekitar seratusan orang yang mengatasnamakan warga Kelurahan Lenteng Agung terlihat duduk-duduk di depan Kantor Kelurahan Lenteng Agung. Mereka menolak Susan, yang merupakan lurah terpilih hasil lelang yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Warga melakukan orasi dengan menggelar mimbar bebas di depan Kantor Kelurahan Lenteng Agung. Sementara itu, puluhan petugas kepolisian juga tampak telah bersiap melakukan pengamanan aksi tersebut.


Editor : Ana Shofiana Syatiri
Sumber: Tribun Jakarta