Kamis, 17 April 2014

News / Megapolitan

Disiksa Preman, Alat Vital Wanita Ini Harus Dijahit

Minggu, 15 September 2013 | 14:22 WIB
KOMPAS / LASTI KURNIA Ilustrasi: Sebanyak 45 anak buah Hercules ditangkap di kawasan apartemen dan ruko di Jalan Lapangan Bola, Srengseng, Jakarta, Jumat (8/3/2013). Penangkapan dilakukan setelah terjadi bentrok dan penyerangan dari kelompok Hercules kepada polisi.

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Korban penyekapan dan penganiayaan preman yang diduga anak buah Hercules dilarikan ke Rumah Sakit Pelni. H (46), mendapatkan luka di sekujur tubuhnya, terutama pada bagian organ vitalnya.

"Diduga korban terkena infeksi pada kemaluannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat di Mapolresto Jakarta Barat, Minggu (15/9/2013).

Dari pengakuan korban, dirinya disekap oleh para pelaku sejak pukul 15.00, Jumat (13/9/2013). Ia disekap lantaran tidak memberikan sejumlah uang yang diminta oleh sekelompok orang tersebut. Lalu ia memberanikan diri kabur dari bedeng tempat ia disekap di samping apartemen Kedoya, Jakarta Barat, pada Minggu dini hari.

Selama disekap, korban mengaku mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari para pelaku. Tidak hanya ditelanjangi, mulut dan kaki korban diikat dengan kain. Sekujur tubuhnya luka-luka.

"Dia minta Rp 100.000 tapi saya tidak punya, lalu mereka menyekap saya," ujar H.

Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat menangkap 19 orang di beberapa titik di Jakarta Barat. Mereka diduga anak buah dari Rozario Marcal atau yang dikenal dengan Hercules. Mereka juga diduga pelaku penganiayaan seorang pedagang di sekitar Pintu Tol Kebon Jeruk.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hengki Haryadi mengatakan, 19 anak buah Hercules ditangkap karena berawal dari adanya laporan korban, yang merupakan pedagang di sekitar pintu Tol Kebon Jeruk.

Penulis: Zico Nurrashid Priharseno
Editor : Farid Assifa