Rabu, 26 November 2014

News / Megapolitan

Setelah Disekap 38 Jam, H Berhasil Kabur Berkat Pecahan Kaca

Minggu, 15 September 2013 | 19:02 WIB
Zico Nurrashid Tersangka tertangkap setelah ditembak pada kaki kanannya, Minggu (15/9/2013)

JAKARTA, KOMPAS.com
- H (46), seorang pedagang kopi, yang menjadi korban penyiksaan dan penyekapan oleh kelompok preman yang diduga anak buah Hercules bertutur tentang caranya melarikan diri dari tempat penyekapan. Wanita yang berjualan kopi di sekitar pintu tol Kebun Jeruk itu mengatakan, akhirnya dirinya dapat melarikan diri dari tempat penyekapan di sebuah bedeng di samping Apartemen Kedoya, Jakarta Barat, pada hari Minggu (15/9/2013) sekitar pukul 05.00.

"Saat itu para mereka (pelaku) sedang tidur. Saya lari sambil telanjang hingga ada seorang satpam di perumahan samping Apartemen yang menyelamatkan saya," jelas H di Mapolres Jakarta Barat, Minggu (15/9/2013).

Korban mengaku mulai disekap pada hari Jumat (13/9/2013), sekitar pukul 15.00 WIB. Warga Bekasi tersebut disekap lantaran tidak memberikan uang sebesar Rp 100.000 seperti yang diminta kelompok preman tersebut.

Tidak hanya disekap, korban juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh pelaku hingga sekujur tubuh luka-luka. Korban juga mengaku mendapatkan perlakuan tidak manusiawi yang menyebabkan alat vitalnya harus dijahit.

H menjelaskan, ia berhasil melarikan diri setelah memberanikan membuka ikatan tali yang melingkar di kedua kakinya. Korban memotong tali yang mengikat kakinya dengan menggunakan pecahan kaca yang ia dapatkan di tempat penyekapan.

Selain itu tambah korban, telepon genggam miliknya juga disita oleh pelaku. Para pelaku juga sempat menelpon anaknya untuk memberitahukan bahwa ibunya tengah disiksa.

Menurut korban, dirinya hanya mengenali tiga orang pelaku. Ketiga orang tersebut bernama Frangky, Wendi dan Poli. Meski masih banyak orang yang sering datang ke tempat penyekapan, korban mengaku hanya mengenali tiga orang.

"Dia (pelaku) nelpon ke anak saya pakai hp saya, dia mengatakan 'ini ibu lo lagi gw siksa'," ujar korban menirukan suara pelaku.

Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat menangkap 19 orang kelompok preman ini di beberapa titik di Jakarta Barat. Mereka diduga anak buah dari Rosario Marshal atau yang dikenal dengan Hercules. Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan semua orang kelompok preman yang ditangkap itu berawal dari adanya laporan korban, yang merupakan pedagang kopi di sekitar pintu Tol Kebun Jeruk.

Penulis: Zico Nurrashid Priharseno
Editor : Caroline Damanik