Senin, 21 April 2014

News / Megapolitan

Beginilah Belajar Bersama di "Kampung Cerdas"...

Kamis, 26 September 2013 | 09:04 WIB
KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El Anshari RW 05 Kelurahan Koja yang sudah menerapkan sistem jam wajib belajar sejak tahun 2012 yang dikenal dengan istilah Kampung Cerdas.
JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap Rabu malam, puluhan anak terlihat berkumpul di Balai Warga RW 5 Kelurahan Koja, Jakarta Utara. Mereka terlihat bersemangat mengikuti kegiatan yang digelar para pemuda Karang Taruna Kelurahan Koja. Inilah "Kampung Cerdas".

Bila Rabu malam anak-anak itu wajib belajar bersama di Balai Warga, maka setiap pukul 19.00-21.00 WIB pada Senin, Selasa, dan Kamis mereka diharuskan berkegiatan di rumah masing-masing.

Kompas.com berkesempatan melihat aktivitas di Balai Warga, Rabu (25/9/2013) malam. Enam pengajar dari karang taruna terlihat ada di tengah mereka. Bersama, mereka belajar Bahasa Inggris, Matematika, dan beragam pelajaran umum lainnya.

Dengan cara yang sangat komunikatif, para pengajar berinteraksi dengan anak-anak usia sekolah dasar tersebut. Malam itu selembar kertas bertuliskan nama-nama peralatan rumah tangga dalam Bahasa Inggris dibagikan.

Setiap anggota Karang Taruna yang mengajar, rata-rata "memegang" 10-15 anak. Mereka belajar dengan posisi duduk berkelompok melingkar. Setiap anak dengan peralatan belajarnya mengitari seorang pengajar yang duduk di tengah lingkaran.

Aulia, salah satu pengajar, dalam kesehariannya adalah staf pemasaran dan informasi di RSUD Koja, Jakarta Utara. "Mengajar ini hobi," ujar dia. Sebelum ikut mengajar di Kampung Cerdas, dia mengaku sudah pernah menjadi menjadi guru privat Bahasa Inggris.

Ketua RW 05 Asep Suprihatin mengatakan, ke depan pelajaran mengaji juga akan menjadi salah satu kegiatan di jam wajib belajar bersama ini. "Namun itu baru wacana, kami masih perlu merapatkan dengan para orangtua untuk mematangkan konsep ini meski sudah banyak yang setuju," ujar dia.

Bila disetujui para orangtua, kata Asep, pelajaran mengaji akan diterapkan seperti kegiatan belajar di Balai Warga sekarang. Itu pun, ujar dia, tidak seluruh alokasi waktu belajar dipakai untuk mengaji. Pelajaran yang diberikan pun akan lebih banyak mengedepankan nilai-nilai keagamaan. Selamat belajar...

Penulis: Dian Fath Risalah El Anshari
Editor : Palupi Annisa Auliani