Jumat, 25 April 2014

News / Megapolitan

Yenni Wahid: Jokowi dan Gus Dur Sangat Mirip

Jumat, 27 September 2013 | 07:01 WIB
Fabian Januarius Kuwado Sinta Nuriyah memberikan sebuah peci milik almarhum suaminya, Abdurrahman Wahid kepada Gubernur DKI Joko Widodo. Pemberian hadiah itu dilakukan usai Jokowi menjadi key note speaker Hari Lahir ke 9 Wahid Institute.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemberian peci milik Abdurrahman Wahid (Gus Dur) oleh sang istri, Sinta Nuriyah, kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo rupanya bukan sekadar pemberian. Menurut putri almarhum Gus Dur, Yenni Wahid, karakter Jokowi seperti Gus Dur.

Menurut Yenny, Jokowi tidak suka dengan prosedur birokrasi yang berbelit-belit, seperti Gus Dur. Jokowi dianggap terus terang dan langsung ke permasalahan. Blusukan ke kampung-kampung, kata Yenni, merupakan bukti yang paling nyata.

"Turun langsung ke masyarakat, menyelesaikan masalah, itu sama persis seperti prinsip Gus Dur yang sering bilang 'gitu aja kok repot'. Kami lihat keduanya sangat mirip," kata Yenni saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/9/2013).

Selain itu, Jokowi dianggap pantas menerima peci berbahan rotan serta berwarna krem dengan garis coklat tersebut karena dia mengelola pemerintah dengan baik saat di Surakarta atau di Jakarta.

"Peci itu salah satu bentuk apresiasi keluarga besar kami kepada Pak Jokowi dalam mengelola daerahnya. Beliau itu sangat mengayomi seluruh lapisan masyarakat," ujar Yenni.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu juga dianggap memberikan perhatian lebih terhadap isu toleransi beragama. Jokowi juga dianggap tak memberikan ruang bagi ormas mengatasnamakan agama untuk berlaku tak adil.

Yenni memberi contoh saat anggota ormas Islam mendatangi kantornya di Surakarta, saat Jokowi menjadi wali kota. Kala itu, polisi menangkap para pelaku perusakan salah satu gereja Surakarta. Anggota ormas itu pun mendatangi Jokowi. Namun, bukannya menghindar atau menyuruh perwakilan untuk bertemu, Jokowi langsung berhadapan dengan mereka dan memberikan pengertiannya.

"Gaya Jokowi sangat lembut, tapi kukuh dalam menegakkan konstitusi. Itu juga berlaku di kasus Lurah Susan. Jokowi bilang tak akan ganti lurah itu meski banyak yang menentangnya," lanjutnya.

Berdasarkan alasan-alasan itu, akhirnya keluarga besar Wahid Institute memutuskan mengundang Jokowi untuk menjadi key note speaker dalam Hari Lahir Ke-9 Wahid Institute, Kamis siang. Pada kesempatan itulah, orang nomor satu di Jakarta itu mendapatkan hadiah khusus dari keluarganya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri