Minggu, 26 Oktober 2014

News / Megapolitan

Ungkap Kematian Holly, Polisi Tak Andalkan CCTV Kalibata City

Kamis, 3 Oktober 2013 | 11:54 WIB
Alsadad Rudi Peti jenazah Holly Angela Wahyu (36), wanita yang tewas dibunuh di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, saat akan dibawa ke Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk selanjutnya diterbangkan ke Semarang, Jawa Tengah, Selasa (1/10/2013) malam

JAKARTA, KOMPAS.com - Rekaman CCTV di Kalibata City yang menangkap gambar Holly Angela terlihat tidak jelas. Polisi pun memiliki cara lain untuk mengungkap kematian wanita berusia 37 tahun itu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Bayuseno mengatakan, polisi memiliki bukti-bukti lain yang bisa dijadikan alat mengungkap kasus kematian Holly dan Mr X, yang diduga bunuh diri dari lantai sembilan kamar Holly di Tower Ebony, Kalibata City.

Untuk itu, penyidik akan meminta keterangan dari keluarga Holly, yang saat ini masih di Salatiga, Jawa Tengah.

"Ini baru dikomunikasikan lewat telepon saja. Nanti tunggu beliau (keluarga) datang. Hari ini datang," kata Putut di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/10/2013).

Hasil dari keterangan saksi-saksi, kata dia, akan dicocokkan dengan hasil olah TKP. Setelah itu, polisi akan mengambil kesimpulan mengenai kasus tersebut.

Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa enam orang saksi. Mereka adalah Hasan, Inal, dan Sulaiman yang merupakan teman Holly, serta Abdul Rozak (seorang petugas keamanan apartemen), Kushandani (ibu angkat Holly), dan seorang tetangga bernama Richi.

Mereka, kecuali Kushandani, ialah orang pertama yang menemukan Holly dalam keadaan berlumur darah di dalam kamarnya.

Kushandani sempat menerima telepon dari Holly yang menyatakan ia sedang disiksa. Lalu ia meminta tiga orang temannya untuk melihat keadaan Holly.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Zico Nurrashid Priharseno
Editor : Ana Shofiana Syatiri