Rabu, 3 September 2014

News / Megapolitan

Pelaku Penyiraman Air Keras Intai Bus PPD Sebelum Beraksi

Selasa, 8 Oktober 2013 | 07:21 WIB
KOMPAS.com/RATIH WINANTI RAHAYU Aparat Polres Metro Jakarta Timur, Senin (7/10/2013), menunjukkan foto barang bukti penyiraman air keras oleh pelajar berinisial RN alias Tompel di bus PPD 213, Jumat (4/10/2013) pagi.


JAKARTA, KOMPAS.com — Sebelum melakukan penyiraman cairan kimia yang mengandung soda api, RN alias Tompel (18) bersama keempat rekannya telah mengintai bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol tiga hari sebelumnya. Pengintaian tersebut untuk memastikan bahwa target yang mereka incar menaiki bus tersebut.

"Bus sudah mereka survei beberapa hari sebelumnya untuk memastikan pelajar yang mereka incar menaiki bus tersebut. Mereka mengintai jam berapa bus itu lewat," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Mulyadi Kaharni, saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Timur, Senin (7/10/2013).

Mulyadi menambahkan, tersangka yang telah mengincar bus tersebut melihat beberapa pelajar di dalam bus. Kemudian, tersangka yang mengira pelajar tersebut merupakan targetnya langsung mencegat bus tersebut.

"Ternyata mereka salah sasaran, bukan pelajar yang mereka targetkan. Malah kena penumpang lainnya juga, termasuk kondektur," ujar Mulyadi.

Saat ini, RN alias Tompel dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sebelumnya, RN alias Tompel ditangkap tanpa perlawanan saat sedang asyik nongkrong bersama rekan-rekannya di Perumahan Villa Mutiara Gading Kebalen, Bekasi, Sabtu (5/10/2013) malam.

Ia ditangkap karena aksi penyiraman air keras terhadap belasan penumpang di bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jumat (4/10/2013) sekitar pukul 06.20 WIB.

Para korban mengalami luka bakar akibat terkena siraman cairan kimia tersebut. Mereka adalah dua awak bus, empat siswa SMK Negeri 34 Kramat Raya, dan selebihnya penumpang bus yang berangkat kerja.

Sebanyak 13 korban dilarikan ke RS Premier Jatinegara, dua orang dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, dan tiga korban lainnya di Puskesmas Jatinegara. Tiga korban di antaranya menderita luka bakar cukup serius. Salah satunya siswa SMK Negeri 34, Tyo Al-Faraby (15), yang menderita luka bakar di leher, punggung, dan kaki kanan.

Dua korban lainnya adalah penumpang yang akan berangkat kerja, yaitu Dwi Nurcahyaning Sari (35), dan Beta Virgin Silalahi (35). Dwi menderita luka bakar pada kedua matanya dan mata kirinya yang mengalami luka parah. Sedangkan Beta terluka pada mata kiri dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Korban lainnya yang sempat dirawat di RS Premier Jatinegara, tiga di antaranya adalah siswa SMK Negeri 34, yaitu Fachriyanto Ali, Tegar Didik Lesmana (17), Ahmadi Rusadi (16). Ditambah tujuh korban lainnya, yaitu Galuh Pratiwi Andriani (26), RA Chandra Maya (28), Veronica Simanjuntak (26), Sari Kurniati (29), Retna Permata Sari (22), Andra Cristy (36), dan Yodie Adisti Gracia (34). Adapun Galuh Pratiwi dirujuk oleh keluarganya ke RS Pusat Pertamina.

Sedangkan korban lainnya sudah dibolehkan pulang. Dua awak bus yang terluka adalah seorang sopir, Yanedi (54), dan kondektur, Udin (57). Sementara itu, tiga penumpang cedera lainnya dilarikan ke RSCM dan Puskesmas Jatinegara.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ratih Winanti Rahayu
Editor : Eko Hendrawan Sofyan