Rabu, 30 Juli 2014

News / Megapolitan

Monorel Bisa Dinikmati Warga DKI Tahun 2016

Rabu, 16 Oktober 2013 | 10:45 WIB
Fabian Januarius Kuwado Gubernur DKI Joko Widodo menaiki alat berat saat meresmikan Monorel di Setiabubi, Jaksel, Rabu (16/10/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo meresmikan pembangunan transportasi massal, monorel, di tepi Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2013) pagi. Pembangunan proyek yang menelan dana Rp 15 triliun tersebut diperkirakan rampung pada 2016 yang akan datang.

"Dengan mengucap kata bismillah, saya nyatakan monorel dilanjutkan," ujarnya saat peresmian itu.

Jokowi memastikan, tiga unsur penentu proyek, yakni finansial, teknis, dan hukum, telah rampung. Ia pun yakin pembangunan proyek tidak lagi mangkrak seperti pada tahun 2007. Sebuah tim pengawas yang terdiri dari unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Tata Ruang, telah dibentuk. Tujuannya ialah untuk mengawasi jalannya proyek hingga rampung pada 2016 nanti.

Komisaris Utama PT Jakarta Monorel Edward Soeryajaya mengungkapkan, pembangunan awal monorel merupakan awal untuk sebuah langkah besar membangun transportasi massal murah, nyaman, dan aman untuk masyarakat di DKI Jakarta. Edward memaparkan, satu rangkaian dapat mengangkut 300.000 penumpang pada 2016. Jumlah tersebut secara bertahap akan ditambah hingga 600.000 hingga tahun 2020.

"Ada dua jalur, green line dan blue line. Green line sepanjang 14,5 kilometer dengan 16 stasiun dari Palmerah-Sudirman. Jalur ini memakan waktu tiga tahun. Kalau blue line, sepanjang 13,7 kilometer dengan 14 stasiun dari Kampung Melayu-Sentral Park. Jalur ini empat tahun rampung," papar Edward.

Edward mengakui pembangunan monorel tentu mengakibatkan kemacetan. Oleh sebab itu, dia meminta agar masyarakat Jakarta bersabar serta mengikuti peraturan lalu lintas yang berlaku saat pembangunan tersebut berlangsung.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri